Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan piala dunia U-17 tahun 2023 di Kota Surakarta, hari Minggu, 05 November 2023 diselenggarakan promosi kegiatan Thropy Experience yang diselenggarakan oleh LOC PSSI dan Pemerintah Kota Surakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa/ siswi tingkat SMA/ SMK sebagai peserta kirab Thropy Experience Piala Dunia U-17. SMK Negeri 7 Surakarta ikut memeriahkan kegiatan tersebut sebagai peserta kirab, sebanyak 25 siswa/ siswi mengenakan pakaian olahraga sesuai identitas sekolah masing-masing. Kegiatan kirab tersebut dihadiri oleh menteri BUMN sekaligus sebagai Ketua Umum PSSI yaitu Erick Thohir, dan Walikota Solo yaitu Gibran Rakabuming Raka yang memulai pembukaan kirab dari Stadion Sriwedari dan berakhir di Mangkunegaran. -Eni R-
YUK TENGOK P5 SUARA DEMOKRASI SMK NEGERI 7 SURAKARTA
P5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila) di bulan Oktober 2023 ini bertepatan dengan Pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS SMK Negeri 7 Surakarta. Tema P5 yang diambil adalah Suara Demokrasi yang diikuti oleh kelas X dan XI. P5 dilaksanakan pada hari Senin-Jumat, 23 – 27 Oktober 2023 dengan sub Tema kelas X adalah “Aspirasimu Menentukan Masa Depanmu” dan kelas XI “Suaraku membawa Perubahan”. P5 kali ini sangat seru, karena mengaplikasikan langsung pada Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dan menggunakan aktivitas yang relevan yaitu Perkenalan, Konstektualisasi, Aksi, Refleksi, dan Tindak Lanjut. Kita kupas pelaksanaan P5 masing-masing tingkat dengan sub Tema yang berbeda. Kelas X lebih menekankan pada dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, dan bergotong royong dengan materi pembahasan meliputi demokrasi, visi misi, debat. Ini diaplikasikan pada hari Senin dan Selasa (Perkenalan dan Kontesktualisasi) dengan menelaah apa itu demokrasi, demokrasi yang dianut di Indonesia, pengertian visi misi, visi misi SMK Negeri 7 Surakarta, menelaah visi misi calon ketua dan wakil ketua OSIS, menyaksikan dan menelaah debat calon ketua dan wakil ketua OSIS. Pada hari Rabu (Kontekstualisasi), KPU diundang untuk memberikan pencerahan bagaimana menjadi pemilih pemula, cara memilih yang benar. Nah di hari Kamis (Aksi), peserta didik kelas X ini menjadi penyelenggara Pilketos dengan membuat TPS (Tempat Pemungutan Suara) di kelas masing-masing. Mereka memilih calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS dengan kandidat sebagai berikut: Kandidat Nomor 1 : Andhika Lukmana – Elisa Tabera Kandidat Nomor 2 : Latiefah Indah – Khailan Akbar Kandidat Nomor 3 : Zeni Afifah – Chandra Hetarihon Pilketos dilakukan secara online di TPS masing-masing dengan tetap menjaga kerahasiaan. Hari Jumat (Refleksi dan Tindak Lanjut) dilaksanakan refleksi penyelenggaraan P5 dan rencana tindak lanjut. Kemudian untuk kelas XI, pelaksanaan P5 tidak jauh berbeda dengan kelas X. Kelas XI menekankan pada dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhak mulia, bernalar kritis, dan bergotong royong dengan materi pembahasan meliputi demokrasi, perubahan sosial, penyampaian kritik dengan strategi komunikasi yang baik, menyalurkan aspirasi dalam forum komunikasi. Pada hari Senin dan Selasa (Perkenalan dan Kontektualisasi) membahas pentingnya demokrasi, perubahan sosial di sekolah, cara menyikapi perubahan sosial di sekolah. Hari Rabu (kontektualisasi) menuangkan pendapat perbuahan sosial kepada publik dan penyampaian kritik yang baik dalam media.Hari Kamis (Aksi) peserta didik kelas XI berpartisipasi dalam memberikan suara pada Pilketos dan menyalurkan aspirasi dalam forum komunikasi.Hari Jumat (Refleksi dan Tindak Lanjut) peserta didik melakukan refleksi dan tindak lanjut seberapa besar ikut andil dalam menghadapi perubahan sosial yang ada di lingkungan sekolah. Semoga pelaksanaan P5 “ Suara Demokrasi” bulan Oktober ini dapat menyalurkan aspirasi semua warga sekolah untuk membawa sekolah ke arah yang lebih baik, lebih maju dan lebih unggul. Dan andil warga sekolah dalam menghadapi perubahan sosial yang ada di sekolah dengan memberikan suara dan perubahan sikap akan membawa perubahan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman. Salam Juara –Yun–
Donasi Air Bersih dari SMKN 7 Surakarta Untuk Warga Desa Jatilawang
Donasi Air Bersih dari SMKN 7 Surakarta Untuk Warga Desa Jatilawang, Boyolali Surakarta, 31 Oktober 2023 – Dalam upaya membantu warga Desa Jatilawang, Kabupaten Boyolali yang terdampak bencana kekeringan, SMK Negeri 7 Surakarta (SMKN 7 Surakarta) telah memberikan bantuan berupa lima mobil tanki air bersih dengan kapasitas 8000 liter setiap mobil. Bantuan ini menjadi harapan bagi warga yang merasakan kesulitan air bersih akibat dilanda kekeringan. Aksi mulia ini diselenggarakan atas kerjasama antara SMKN 7 Surakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali. Distribusi air bersih dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2023, dan disambut dengan rasa syukur oleh warga Desa Jatilawang yang merasa lega akan adanya bantuan ini. Kepala SMKN 7 Surakarta, Bapak Wardoyo, S.Pd, M.Pd, menyatakan, “Kami merasa terpanggil untuk membantu warga yang mengalami kesulitan akibat bencana kekeringan. Semoga bantuan ini dapat membantu mengatasi masalah mereka.” Dalam kesempatan yang sama, BPDD Boyolali menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang baik antara SMKN 7 Surakarta dan BPBD Boyolali dalam penyediaan bantuan air bersih ini. Bantuan berupa air bersih ini disambut baik oleh segenap pengurus dan warga desa Jatilawang yang diharapkan dapat membantu warga Desa Jatilawang yang terdampak bencana kekeringan. Semoga tindakan baik ini juga menjadi inspirasi bagi masyarakat dan lembaga lain untuk membantu mereka yang memerlukan dalam situasi darurat.
SMK JUARA berpartisipasi di Kreasso 2023
SMKN 7 Surakarta berpartisipasi kembali di kegiatan Kreasso tahun 2023, kreasso tahun ini berlangsung selama 2 hari yaitu Selasa dan Rabu tanggal 24 dan 25 Oktober 2023 di Convention Hall Terminal Tirtonadi. Kreasso (Kreatifitas Anak Sekolah Solo) adalah ajang tahunan adu bakat dan kreatifitas anak-anak sekolah mulai dari TK, SD, SMP sampai dengan jenjang SMA/SMK di Surakarta. Kreatifitas dan bakat mereka dapat ditunjukkan melalui perform ataupun expo pameran. Kreasso tahun ini SMKN 7 Surakarta menampilkan perform dan stand expo , untuk stand expo diisi oleh 2 jurusan yaitu ULP dan DKV. DKV sendiri menampilkan produk Desain percetakan mereka antara lain desain kaos, pin dan mug gelas. Sedangkan ULP menampilkan produk mereka yaitu berupa paket perjalanan wisata dan dokumetasi kegiatan mereka dijurusan ULP. Selain stand expo, SMKN 7 Surakarta juga menampilkan perform tarian dibawah bimbingan ibu Ika Noviani, S.Sn. Tarian yang ditampilkan diajang kreasso adalah Svarga Nusantara yang di tarikan oleh 5 peserta didik SMKN 7 Surakarta. Antusias para pengunjung kreasso di stand SMKN 7 Surakarta cukup banyak, mereka melihat hasil produk karya peserta didik SMKN 7 Surakarta. Semoga dengan ikut sertanya SMKN 7 Surakarta di ajang Kreasso ini dapat sebagai ajang promosi ke masyarakat umum.
Budaya Industri 5R di SMKN 7 Surakarta
Penerapan budaya industri di sekolahan mulai diterapkan. Budaya industri sendiri merupakan salah satu pola perilaku, kebiasaan, dan nilai-nilai yang diterapkan dalam lingkungan kerja suatu perusahaan industri. Sehingga dalam masyarakat industri, budaya kerja menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pekerjaan seorang tenaga kerja industri. Sehingga individu ini dapat menjadi tenaga kerja yang unggul dan bermanfaat bagi perusahaan yang mempekerjakannya. Selain itu penerapan budaya kerja industri pada siswa akan membiasakan memiliki soft skill yang baik. Penerapan budaya industri yang diterapkan di SMK Negeri 7 menggunakan dasar 5R. Budaya Kerja 5R terdiri dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin merupakan konsep yang diadopsi dari manajemen Jepang, yang lebih banyak diaplikasikan pada bidang industri. Ringkas artinya memilah barang yang diperlukan & yang tidak diperlukan., memilah barang yang sudah rusak dan barang yang masih dapat digunakan.dan memilah barang yang sering digunakan atau jarang penggunaannya. Rapi artinya Menata/mengurutkan peralatan/barang berdasarkan alur proses kerja, pengaturan (pengendalian) visual supaya peralatan/barang mudah ditemukan, teratur dan selalu pada tempatnya. Resik artinya membersihkan tempat kerja dari semua kotoran, debu dan sampah. Rawat artinya mempertahankan 3 kondisi di atas dari waktu ke waktu. Rajin artinya mendisiplinkan diri untuk melakukan 4 hal di atas. Demikian penerapan budaya industri yang diterapkan di SMK Negeri 7 Surakarta sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas yang lebih baik. Supaya output lulusan mempunyai kebiasaan baik yang diterapkan pada perusahaan atau tempat kerja mereka nantinya. Penerapan 5 R sudah mulai dilaksanakan dengan tujuan siswa akan mempunya kedisiplinan lebih untuk menguasai dari setiap skill yang dikuasainya. Penerapan 5 R ini berlaku pada semua jurusan karena hal itu adalah pola dasar pembentukan kebiasaan baik pada diri siswa. -JPT-
Parent Gathering Kelas X SMKN 7 Surakarta
Parent gathering kelas X dilaksanakan pada 12 Oktober 2023 yg diikuti oleh orang tua/ wali peserta didik kelas X, beserta seluruh tim manajemen sekolah . Prent Gathering berlangsung di AULA SMKN 7 Surakarta, dan terbagi menjadi 2 sesi. Sesi 1 untuk jurusan PS, DKV dan BCF mulai dari pukul 07.30 – 09.30, Sesi 2 untuk jurusan PH, Kuliner dan ULP mulai pukul 09.30 – 12.00 WIB. Acara tersebut bertujuan untuk sosialisasi tentang berbagai kegiatan dan informasi yang ada disekolah dan jurusan. Masing-masing jurusan menyampaikan program kegiatan yang langsung disampaikan oleh KPK jurusan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini para orang tua peserta didik dapat saling mendukung kegiatan yg dilaksanakan oleh peserta didik. -Eni R-
SMKN 7 Surakarta Lahirkan Siswi bertalenta
Acara konser YOUTH LAND MUSIC FESTIVAL 2023 yang diselenggarakan oleh GOOD DAY di Yogyakarta berlangsung sangat meriah. Terlebih siswi SMKN 7 Surakarta bernama Jasmine Athena Amaratirta yang akrab disapa Jasmine dengan suara emasnya sukses membuka acara dengan lagu dari Lyodra berjudul Pesan Terakhir. Tentunya bukan sebuah kebetulan Jasmine bisa menjadi salah satu siswi yang beruntung sebagai performer pembuka diantara bintang ternama seperti Digta dan sederet artis lainnya. Siswi SMKN 7 Surakarta dengan talenta luar biasa tersebut merupakan pemenang lomba GOOD DAY SCHOOLICIOUS yang sebelumnya diadakan di Surakarta. Jasmine diundang dalam acara YOUTH LAND MUSIC FESTIVAL 2023 dan mewakili kota Surakarta untuk perform di acara yang digelar pada Sabtu, 7 Oktober 2023 di Tebing Breksi, Sleman. Dalam ajang lomba song_ cover yang disponsori oleh Good Day untuk siswa SMK se-Surakarta ia berhasil menyabet juara pertama sehingga mendapat reward sebagai penyanyi pembuka di acara spektakuler tersebut. Wow, luar biasa ya! Semoga prestasi Jasmine dapat menginspirasi siswa lainnya untuk mengembangkan bakat dan membawa nama harum almamater tercinta. Sukses Jasmine! -Achi-
Kebijakan Sekolah tentang Parkir Siswa di SMKN JUARA
Jumat, 6 Oktober 2023 , SMKN 7 Surakarta (Tim Manajemen & Tim STP2K) bersama perwakilan wali murid kelas X, XI, dan XII mengadakan koordinasi tentang penertiban parkir siswa di SMKN 7 Surakarta, koordinasi tersebut berlangsung di AULA PS. Dalam sosialisasi tersebut Kepala Sekolah SMKN 7 Surakarta, Bapak Wardoyo, S.Pd, M.Pd menyampaikan ke wali murid beberapa point, salah satunya terciptanya karakter siswa seperti pada Profil Pelajar Pancasila yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, mandiri, kebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, dan bernalar kritis ,dimana karakter-karakter tersebut sangat menunjang pada budaya industri. Salah satu yang diharapkan saat ini atau kaitannya dengan industri adalah disiplin, dimulai dari hal yang paling mendasar bentuk disiplinnya yaitu penggunaan kendaraan bermotor di lingkungan sekolah. Berdasarkan aturan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, aturan tersebut mengatur bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai bentuk legalitas dan izin sah untuk mengemudi. Hal tersebut diterapkan pada peserta didik di SMKN 7 Surakarta dalam penertiban parkir dilingkungan SMKN 7 Surakarta. Dalam koordinasi tersebut, Ketua STP2K SMKN 7 Surakarta, Ibu Suprapti, S.Pd menyampaikan beberapa alasan dilakukannya penertiban parkir yaitu kurangnya ketertiban saat berkendara di lingkungan sekolah, Sarana prasaran yang terbatas, menganggu area beribadah dan area pembelajaran, dan ingin menjalin kerjasama dengan lingkungan disekitar sekolah. Dari Point-point yang menjadi alasan ditertibkannya parkir siswa, akhirnya SMKN 7 Surakarta mengambil kebijakan antara lain : Siswa yang membawa kendaraan bermotor diperbolehkan parkir di sekolah, hanya peserta didik yang memiliki ketentuan : a. Mempunyai SIM C b. Kaca Spion (2) lengkap c. Plat nomor kendaraan terpasang d. Knalpot Standar e. Membawa kartu parkir SMKN 7 Surakarta yang ditempel foto 2×3, pakaian OSIS ,berdasi dan background foto berwarna merah 2. Bagi siswa yang belum memiliki SIM C, parkir diluar area sekolah ( sebelah selatan SMKN 7 Surakarta) Kebijakan penertiban parkir siswa tersebut mulai berlaku pada hari Senin, 9 Oktober 2023. Untuk mematangkan Kebijakan parkir tersebut, SMKN 7 Surakarta (Tim manajemen & Tim STP2K) berkoordinasi kembali serta mengevaluasi parkir yang sudah berjalan selama 3 hari ini. Koordinasi kali ini, dihadiri oleh : Lurah Kerten Bapinsa TNI kerten Bapinsa Polri kerten Kepala Sekolah SLB Ketua Yayasan SLB RW 09 RT 01 RT 02 Koordinator keamanan Koordinator Parkir Hasil Koordinasi dan evaluasi Parkir tersebut, antara lain : Parkir sebelah selatan SMKN 7 Surakarta yang awalnya 2 sisi menjadi 1 sisi Akses antar jemput siswa SLB tetap berjalan lancar Dibuka kantong-kantong parkir baru oleh warga Pengguna jalan jalur selatan SMKN 7 Surakarta tetap aman dan lancar Jalan. A.Yani bebas parkir Khusus parkir yang diluar area sekolah, SMKN 7 Surakarta telah mengadakan kerja sama dalam bentuk penandatangan MOU dengan ketua RT 01, RT 02, serta ketua RW 09 Kerten tentang pengelolaan parkir siswa SMKN 7 Surakarta. Dengan kebijakan penertiban parkir ini, diharapkan dapat meningkatkan kedisplinan siswa, meningkatkan safety keselamatan kerja, meningkatkan ruang publik di lingkungan sekolah.
“Menyambut Bulan Bahasa Bersama Read Aloud Soloraya”
Jumat, 29 September 2023, SMKN 7 Surakarta melaksanakan kegiatan jumat literasi. Jumat literasi diadakan setiap minggu ke 5 dan kali ini tim literasi SMKN 7 Surakarta mendatangkan narasumber yaitu 2 orang pakar dari read aloud soloraya,yang pertama ada Sara Neyrhiza dan yang kedua ada titi Setyoningsih mereka adalah founder dan co-founder komunitas read aloud soloraya bersama dengan salah satu guru SMK Negeri 7 Surakarta Ibu Asi Pudjiastuti yang juga merupakan koordinator literasi SMK Negeri 7 Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa mulai dari kelas X hingga kelas XII bertempat di lapangan tengah SMK Negeri 7 Surakarta. Pada materi pertama Kak Sarah memberikan pengetahuan mengenai read aloud atau membaca nyaring dan mengaitkan antara kemampuan membaca nyaring dengan keterampilan public speaking ternyata dari adanya nyaring para siswa bisa belajar untuk berbicara berkomunikasi dengan baik dan hal ini merupakan skill yang penting untuk bekal mereka ketika melakukan praktik kerja lapangan di dunia industri, kemudian materi yang kedua disampaikan oleh Kak Titi dengan materi pengetahuan tentang bahasa dan kaitan antara literasi dengan olah rasa, dengan literasi dan kegemaran membaca para siswa bisa meningkatkan literasinya dan juga meningkatkan empati untuk bisa mengetahui emosi diri. Harapannya dari kegiatan ini para siswa semakin tertarik dan tertantang untuk meningkatkan literasi nya dengan diajak oleh para pakar di bidang literasi dan juga influencer sehingga mereka lebih termotivasi dan lebih bersemangat untuk berkarya terutama untuk menulis baik itu cerpen puisi maupun esai.
Workshop ”Motivasi Literasi”
Di era VUCA ini generasi muda ditantang untuk memiliki kecakapan literasi agar bisa beradaptasi dalam kemajuan zaman dan globalisasi. Untuk itu SMK Negeri 7 Surakarta bekerja sama dengan nyalanesia melaksanakan program Workshop Literasi dengan tema “Motivasi literasi” pada hari Senin, 2 Oktober 2023. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 siswa, para siswa diberikan motivasi dalam berliterasi dan mereka juga mencoba untuk membuat karya puisi dan cerpen. Beberapa siswa maju untuk membacakan karya puisi mereka. Para siswa sangat antusias mengikuti workshop ini dan hal ini menunjukkan potensi yang luar biasa di SMK Negeri 7 Surakarta, para siswa yang memiliki jiwa literat dan mereka juga memiliki semangat untuk menghasilkan karya tulisan yang bisa dipublikasikan baik di web sekolah maupun di majalah dinding sekolah. Dengan adanya workshop ini,diharapkan para siswa lebih termotivasi untuk meningkatkan kecakapan literasi di era digitalisasi saat ini sehingga Indonesia bisa mengejar tertinggalan di bidang literasi dan meningkatkan literasinya untuk maju menghadapi tantangan global. Acara dimulai dengan sambutan oleh Ibu Asri Pujihastuti S.Pd selaku ketua kordinasi literasi SMK Negeri 7 Surakarta. Dalam sambutannya Bu Asri mengharapkan setelah workshop literasi ini dapat meningkatkan literasi kepada siswa dan siswi SMK Negeri 7 Surakarta mengingat bahwa literasi di indonesia ini sangat rendah dan workshop ini juga merupakan salah satu upaya meningkatkan literasi. Materi di mulai dengan Bapak Nurdin selaku narasumber, menunjuk salah satu siswa untuk membaca kan puisi yang berjudul “Satu Bangsa” ciptaan dari ananda Andhika dari kelas XI PS 3 yang mencurahkan tentang seharusnya kecintaan seseorang kepada bangsanya . Lalu dilanjutkan dengan perkenalan backround narasumber dan pengenalan tentang Nyalanesia. Nyalanesia adalah startup pengembang program literasi sekolah terpadu, yang memfasilitasi siswa dan guru untuk menerbitkan buku serta mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Bapak Nurdin juga memperkenalkan beberapa buku yang telah ia terbitkan yang berjumlah 11 buku, Pak Nurdin juga memperkenalkan bahwa literasi bukan hanya membaca dan menulis, Bahwasanya ada 6 jenis literasi yaitu literasi Baca Tulis, literasi Numerasi, literasi Sains, literasi Finansial, literasi Budaya dan Kewargaan. Untuk masuk ke materi tentang pembuatan cerpen Bapak Nurdin menunjuk salah satu siswi untuk menceritakan sinopsi tentang cerpen buatanya. Cerpen karangan oleh ananda Nasywa dari kelas X ULP 2, yang berjudul “Untuk Apa sih Pendidikan?” bercerita tentang para siswa yang masih bingung dengan mengapa mereka harus menempuh pendidikan sampai sekarang ini, dan beberapa siswi juga beranggapan mengapa mereka harus bersekolah jika nanti akhirnya mereka akan berakhir di dapur dan mengurus rumah, lalu di review oleh Bapak Nurdin mulai dari judul dan juga topik yang diambil. Setelah mereview cerpen dari siswi, pak Nurdi memaparkan materi nya tentang “Apa sih Itu Cerpen” yang mencangkup bagaimana pembuatannya dan cara memilih topik yang diambil. Lalu ditutup dengan pemberian hadiah berupa buku kepada siswa-siswi yang karyanya telah di review oleh narasumber dan selanjutnya ditutup oleh foto bersama.









