Food and beverage departemen merupakan salah satu departemen penting yang menunjang berjalannya operasional sebuah hotel. Departemen ini berfokus pada penyiapan dan penyajian makanan bagus tamu yang menginap di hotel. Salah satu pengetahuan penting yang harus dikuasai oleh Peserta terkait dengan jenis” cutleris serta tata cara urutan penyajian makanan. Untuk mendukung hal tersebut konsentrasi Keahlian Perhotelan memberikan pelatihan food and beverage service kepada peserta didik kelas XI perhotelan supaya dapat meningkatkan pengetahuan dan skill Peserta Didik dibidang Food and beverage service. Pelatihan ini diadakan di Hotel El Royal Malioboro Yogyakarta pada tanggal 7 Februari 2024. Hasil dari pelatihan ini diharapkan mampu membuat peserta didik lebih siap menghadapi kelas industri yang akan diadakan pada bulan Juni 2024. -Tim Kontributor-
Workshop Mindset Change SMK JUARA
Workshop Penguatan Karakter Berbasis Mindset Change SMKN 7 Surakarta Pada hari Rabu (05/10/2022), SMKN 7 Surakarta menyelenggarakan Workshop Penguatan Karakter Berbasis Mindset Change , workshop ini diikuti oleh Bp/Ibu Guru SMKN 7 Surakarta. SMKN 7 Surakarta secara khusus mengundang narasumber dari workshop ini yaitu Bapak Wikan Sakarinto, S.T, M.Sc, PH.d (Pakar Pendidikan Vokasi Advisor – LX International), Beliau dahulu menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain Bapak Wikan sebagai narasumber, workshop ini juga dihadiri oleh Pengawas SMK yaitu Bapak Sigit Martopo, M.Pd. Materi dari workshop ini lebih kepada membuka pola pikir guru dalam pembelajaran di kurikulum merdeka. Peserta didik yang sudah lulus dari SMK diharapkan bisa “BMW” (Bekerja, Melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, Wirausaha yang tangguh dan sukses), Selain itu guru diharapkan menerapkan pembelajaran PBL (Project Based Learning) + Tefa pada mapel yang diajarkan seperti yang diharapkan pada kurikulum merdeka. Pembelajaran PBL + tefa ini juga didukung oleh beberapa aspek yaitu Softkill + Karakter + Hardskill yang harus ditanamkan ke peserta didik. Level Implementasi pada pembelajaran PBL + Tefa adalah : Sebatas mengimplementasikan 70% praktek, 30 % Teori Project berasal dari konsumen (siswa sebagai pelaksana teknis) , siswa dilibatkan dalam mencari proyek/pesanan Project berasal dari konsumen , siswa menjadi manajer produksi/pembuatan Project berasal dari konsumen, siswa menjadi marketingnya Project berasal dari konsumen, siswa yang mengelola semuanya (termasuk keuangan) Pada level implementasi tersebut diserahkan kepada sekolah masing-masing untuk penerapan level yang mau digunakan. Selain itu pada pembelajaran PBL + Tefa ini guru ditahun pertama sebagai pengajar (memberikan semua materi), sedangkan di tahun kedua guru sebagai coach/pelatih. Sebagai penutup workshop ini, Kepala Sekolah SMKN 7 Surakarta, Bapak Drs. Bangkit Budiarto, M.Pd didampingi Pengawas SMK , Bapak Sigit Martopo, M.Pd menyerahkan kenang-kenangan cinderamata berupa keris dan blocknote hardcover yang merupakan hasil produksi dari jurusan DKV. Harapan dengan adanya workshop ini adalah untuk membuka pola pikir guru khususnya di SMKN 7 Surakarta dalam menerapkan pembelajaran PBL + Tefa yang akhirnya bisa diimplementasikan ke level-level yang tertera diatas.











