DISKUSI DI Jogja Film Academy & JI TV JOGJA
3 Februari 2026, Kompetensi Keahlian Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri 7 Surakarta melaksanakan kegiatan kunjungan industri dan diskusi kurikulum ke Jogja Film Academy (JFA) dan JI TV Jogja. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia industri kreatif, khususnya pada bidang produksi film dan penyiaran televisi. Melalui kunjungan ini, SMK Negeri 7 Surakarta secara aktif membangun dialog dengan mitra industri guna memastikan kurikulum yang diterapkan relevan, adaptif, dan selaras dengan perkembangan industri saat ini.
Di Jogja Film Academy, tim guru dan perwakilan kompetensi keahlian Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri 7 Surakarta melaksanakan diskusi kurikulum yang berjalan secara intensif dan konstruktif. Diskusi tersebut berfokus pada skala ketercapaian kompetensi murid SMK berdasarkan level dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Kedua pihak secara aktif membahas pemetaan kompetensi, capaian pembelajaran, serta kesesuaian materi praktik dengan standar industri perfilman. Melalui diskusi ini, sekolah memperoleh masukan strategis terkait penguatan praktik produksi, peningkatan standar kerja murid, serta penyesuaian pembelajaran agar lulusan SMK memiliki kesiapan kerja yang terukur dan diakui secara nasional.
Selanjutnya, kunjungan industri berlanjut ke JI TV Jogja, salah satu stasiun televisi lokal yang memiliki peran penting dalam ekosistem penyiaran di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sesi diskusi, pihak SMK Negeri 7 Surakarta dan JI TV Jogja secara aktif membahas peluang kerja sama pemanfaatan ruang pemutaran karya murid SMK pada kanal televisi. Gagasan ini membuka peluang nyata bagi murid untuk menayangkan karya film dan konten audio visual hasil pembelajaran di sekolah kepada masyarakat luas. Pihak JI TV Jogja menyambut baik inisiatif tersebut dan sepakat bahwa kerja sama ini perlu dibahas lebih lanjut secara teknis dan detail agar dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Selain membahas ruang pemutaran karya, diskusi di JI TV Jogja juga menyoroti kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang memiliki sikap kerja profesional, kemampuan teknis yang kuat, serta pemahaman alur produksi siaran yang sesuai standar stasiun televisi. Tim SMK Negeri 7 Surakarta secara aktif menggali informasi terkait kompetensi yang dibutuhkan industri penyiaran, mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi. Informasi ini menjadi bekal penting bagi sekolah untuk melakukan penyelarasan kurikulum dan penguatan pembelajaran berbasis proyek nyata.
Melalui kegiatan kunjungan industri dan diskusi kurikulum ini, SMK Negeri 7 Surakarta menegaskan komitmennya dalam membangun sinergi dengan dunia industri sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi. Sekolah berharap hasil diskusi dengan Jogja Film Academy dan JI TV Jogja dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual, berbasis standar kompetensi nasional, serta memberikan ruang aktualisasi karya bagi murid murid. Ke depan, SMK Negeri 7 Surakarta terus mendorong kolaborasi berkelanjutan agar pembelajaran Broadcasting dan Perfilman mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di industri kreatif nasional.

















