Surakarta Rabu, 11/01/2023 pukul 11:30 WIB Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan pelajaran umum yang tidak asing bagi kita. Meskipun merupakan mata pelajaran wajib yang harus dipelajari peserta didik mulai jenjang dasar hingga menengah, bahkan tinggi, ironisnya banyak peserta didik yang masih kesulitan dalam menguasai materi yang terkandung didalamnya. Apabila ditelusuri lebih dalam Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang sangat penting. Konten materi yang terkandung didalamnya merupakan implementatif dari kehidupan sehari-hari. Bagi peserta didik SMK misalnya, Bahasa Indonesia akan mengajarkan tentang negosiasi, membuat berbagai jenis surat dan lain sebagainya. Pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMK haruslah disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik itu sendiri. Sehingga siswa menyadari perlunya belajar Bahasa Indonesia untuk keberlangsungan hidup mereka. Maka sebagai guru harus mencari model atau metode yang tepat untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran klasikal sudah tidak relevan lagi jika digunakan saat ini karena tuntutan zaman yang semakin maju. Pembelajaran yang interaktif harus menjadi prioritas guru. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran inovatif. Model pembelajaran ini dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa dimana siswa terlibat untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah. Dengan demikian, siswa akan dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah. Dengan kolaborasi pemanfaatan media PowerPoint dan audio visual diharapkan dapat meningkatkan keefektifan kelas dalam pembelajaran. Pembelajaran berbasis masalah memfokuskan pada proses belajar yang mengajak peserta didik untuk menemukan atau mengembangkan solusi atas masalah yang diberikan. Pada model PBL ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka dengan memecahkan masalah yang diberikan. Selain itu, peserta didik juga harus mampu mengaitkan pengetahuan yang telah dipelajari dengan masalah yang sedang dihadapi, sehingga dapat mengembangkan keterampilan berpikir dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan nyata. Model pembelajaran PBL dapat diterapkan dengan mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan, yaitu penyajian masalah, pengorganisasian kelompok belajar, pencarian informasi, diskusi kelompok, penyusunan solusi, presentasi solusi, dan refleksi. Setiap pesera didik diharapkan dapat terlibat aktif dalam setiap tahap dari proses belajar, sehingga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta membantu mereka dalam memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari ke dalam kehidupan nyata. Dari sinilah diperlukan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih terkonsep baik dengan model metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sehingga tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan hasil belajar yang memuaskan. Nur M.
Selamat….!!! Akhirnya Lulus Guru Penggerak
3 Guru Penggerak dari SMKN 7 Surakarta Penutupan pendidikan guru penggerak angkatan 4 telah meluluskan tiga orang guru penggerak dari SMK Negeri 7 Surakarta. Dari seleksi angkatan empat ada 3 guru yang lolos seleksi yaitu Ibu Asri Pujihastuti, S.Pd, Ibu Sri Wahyuni, S.Si, dan Ibu Ghurroh Kusumastuti, S.Farm, Apt. Guru penggerak tersebut menjalankan pendidikan guru penggerak selama kurang lebih 13 bulan mulai dari bulan Oktober tahun 2021 hingga bulan November tahun 2022. Program Guru penggerak ini telah menghasilkan berbagai karya dari guru-guru penggerak SMK Negeri 7 Surakarta dengan adanya berbagai aksi nyata yang telah melibatkan kepemimpinan peserta didik, melibatkan kolaborasi antar guru dan juga berbagai program-program di sekolah berkaitan dengan implementasi kurikulum merdeka, project penguatan profil Pancasila dan juga terkait pelaksanaan kegiatan sekolah sebagai Sekolah Pusat Keunggulan. Menurut Ibu Asri pujihastuti, S.Pd ,Dengan adanya 3 guru penggerak di SMKN 7 Surakarta ini, Diharapkan terjadi desiminasi ilmu pengetahuan yang telah didapatkan dari pelatihan guru penggerak selama 13 bulan tersebut untuk bisa diimplementasikan di SMKN 7 Surakarta. Melalui komunitas praktisi yang telah dibentuk di SMK Negeri 7 Surakarta yang nantinya akan menggerakkan para guru untuk lebih memahami tentang kurikulum paradigma baru,dan pengembangan yang berbasis pada aset . Selain itu SMKN 7 Surakarta juga telah menjalani program yang berpihak pada murid , seperti program-program yang dilaksanakan oleh siswa osis dan ekstrakurikuler yang menunjukkan kemandiriannya dalam berbagai kegiatan. Tentunya tugas guru penggerak ini tidak hanya sampai di sini tetapi harus terus berkolaborasi dan menguatkan kerjasama yang erat dengan berbagai guru lainnya untuk bersama -sama membangun ekosistem sekolah yang kuat dalam menjalankan implementasi kurikulum merdeka. Selain itu guru pengerak juga memiliki tugas untuk bisa menjalankan perannya dalam menerapkan pendidikan yang berpihak pada murid sehingga bisa diterapkan adanya budaya positif di sekolah, Hal ini tentu juga dapat bekerja sama dengan guru-guru lainnya terutama dari guru BK. Ketrampilan coaching yang didapatkan oleh guru penggerak juga dapat dimanfaatkan untuk bisa melakukan coaching terhadap sesama teman guru untuk memberdayakan potensi-potensi yang telah dimiliki oleh para guru di SMK Negeri 7 Surakarta sehingga para guru tersebut mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya untuk mengembangkan dan memajukan sekolah. Harapan dari ibu Sri Wahyuni, S.Si setelah lulus menjadi Guru Penggerak adalah : Menjadi Agen of change di SMKN 7 Surakarta Dapat lebih berkontribusi melaksanakan kurikulum merdeka di SMK N 7 Surakarta Menjalin kolaborasi dengan bapak ibu guru (teman sejawat) untuk melakukan pembelajaran yang berpihak kepada murid. Harapan Ibu Ghurroh Kusumastuti, S.Farm, Apt Harapan saya setelah lulus pada Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Kota Surakarta mulai dari diri saya sendiri, dengan meningkatkan semangat berkemajuan dalam mendorong kepemimpinan murid di sekolah, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan baik di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya di SMK Negeri 7 Surakarta. Acara Upgrading Kepemimpinan Pembelajaran Bersama Bapak Darmadi, S.Pd, M.Pd Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Tengah di De’ Tjolomadoe pada hari Kamis, 29 Desember 2022. Kegiatan Lokakarya 7 “Festival Panen Hasil Belajar” pada Program Pendidikan Guru Penggerak bersama Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M. Pd. Kegiatan Pendampingan aksi nyata di SMK Negeri 7 Surakarta pada Program Pendidikan Guru Penggerak bersama Kepala SMK Negeri 7 Surakarta Drs. Bangkit Budiarto, M.Pd beserta Pengajar Praktik Evi Murniati, M.Pd











