3 Guru Penggerak dari SMKN 7 Surakarta
Penutupan pendidikan guru penggerak angkatan 4 telah meluluskan tiga orang guru penggerak dari SMK Negeri 7 Surakarta. Dari seleksi angkatan empat ada 3 guru yang lolos seleksi yaitu Ibu Asri Pujihastuti, S.Pd, Ibu Sri Wahyuni, S.Si, dan Ibu Ghurroh Kusumastuti, S.Farm, Apt. Guru penggerak tersebut menjalankan pendidikan guru penggerak selama kurang lebih 13 bulan mulai dari bulan Oktober tahun 2021 hingga bulan November tahun 2022. Program Guru penggerak ini telah menghasilkan berbagai karya dari guru-guru penggerak SMK Negeri 7 Surakarta dengan adanya berbagai aksi nyata yang telah melibatkan kepemimpinan peserta didik, melibatkan kolaborasi antar guru dan juga berbagai program-program di sekolah berkaitan dengan implementasi kurikulum merdeka, project penguatan profil Pancasila dan juga terkait pelaksanaan kegiatan sekolah sebagai Sekolah Pusat Keunggulan. Menurut Ibu Asri pujihastuti, S.Pd ,Dengan adanya 3 guru penggerak di SMKN 7 Surakarta ini, Diharapkan terjadi desiminasi ilmu pengetahuan yang telah didapatkan dari pelatihan guru penggerak selama 13 bulan tersebut untuk bisa diimplementasikan di SMKN 7 Surakarta. Melalui komunitas praktisi yang telah dibentuk di SMK Negeri 7 Surakarta yang nantinya akan menggerakkan para guru untuk lebih memahami tentang kurikulum paradigma baru,dan pengembangan yang berbasis pada aset . Selain itu SMKN 7 Surakarta juga telah menjalani program yang berpihak pada murid , seperti program-program yang dilaksanakan oleh siswa osis dan ekstrakurikuler yang menunjukkan kemandiriannya dalam berbagai kegiatan. Tentunya tugas guru penggerak ini tidak hanya sampai di sini tetapi harus terus berkolaborasi dan menguatkan kerjasama yang erat dengan berbagai guru lainnya untuk bersama -sama membangun ekosistem sekolah yang kuat dalam menjalankan implementasi kurikulum merdeka. Selain itu guru pengerak juga memiliki tugas untuk bisa menjalankan perannya dalam menerapkan pendidikan yang berpihak pada murid sehingga bisa diterapkan adanya budaya positif di sekolah, Hal ini tentu juga dapat bekerja sama dengan guru-guru lainnya terutama dari guru BK. Ketrampilan coaching yang didapatkan oleh guru penggerak juga dapat dimanfaatkan untuk bisa melakukan coaching terhadap sesama teman guru untuk memberdayakan potensi-potensi yang telah dimiliki oleh para guru di SMK Negeri 7 Surakarta sehingga para guru tersebut mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya untuk mengembangkan dan memajukan sekolah.
Harapan dari ibu Sri Wahyuni, S.Si setelah lulus menjadi Guru Penggerak adalah :
- Menjadi Agen of change di SMKN 7 Surakarta
- Dapat lebih berkontribusi melaksanakan kurikulum merdeka di SMK N 7 Surakarta
- Menjalin kolaborasi dengan bapak ibu guru (teman sejawat) untuk melakukan pembelajaran yang berpihak kepada murid.
Harapan Ibu Ghurroh Kusumastuti, S.Farm, Apt
Harapan saya setelah lulus pada Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Kota Surakarta mulai dari diri saya sendiri, dengan meningkatkan semangat berkemajuan dalam mendorong kepemimpinan murid di sekolah, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan baik di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya di SMK Negeri 7 Surakarta.
Acara Upgrading Kepemimpinan Pembelajaran Bersama Bapak Darmadi, S.Pd, M.Pd Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Tengah di De’ Tjolomadoe pada hari Kamis, 29 Desember 2022.
Kegiatan Lokakarya 7 “Festival Panen Hasil Belajar” pada Program Pendidikan Guru Penggerak bersama Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M. Pd.
Kegiatan Pendampingan aksi nyata di SMK Negeri 7 Surakarta pada Program Pendidikan Guru Penggerak bersama Kepala SMK Negeri 7 Surakarta Drs. Bangkit Budiarto, M.Pd beserta Pengajar Praktik Evi Murniati, M.Pd


















