Surakarta, 1 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, SMK Negeri 7 Surakarta menyampaikan imbauan kepada seluruh siswa untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana meningkatkan kesadaran, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai pelajar. Melalui imbauan yang disampaikan kepada siswa, SMK Negeri 7 Surakarta mengajak seluruh peserta didik untuk tidak mengikuti aksi demonstrasi di luar lingkungan sekolah, khususnya kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. Imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menjaga keselamatan siswa sekaligus mengingatkan bahwa pelajar memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan sekolah. Pelajar Diimbau Bersikap Bijak dan Bertanggung Jawab Dalam memperingati Hari Buruh Internasional 2026, siswa SMK Negeri 7 Surakarta diimbau untuk: Tidak terlibat atau mengikuti kegiatan demonstrasi di luar lingkungan sekolah. Menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan SMK Negeri 7 Surakarta. Menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, produktif, dan bermanfaat. Menjaga sikap bijak, disiplin, dan bertanggung jawab sebagai pelajar. Sekolah juga mengingatkan bahwa keikutsertaan pelajar dalam aksi demonstrasi dapat menimbulkan berbagai risiko yang tidak diinginkan, baik bagi keselamatan pribadi maupun masa depan siswa. Oleh karena itu, siswa diharapkan dapat mempertimbangkan setiap tindakan dengan matang dan mengutamakan keselamatan serta tanggung jawab sebagai seorang pelajar. Momentum Menanamkan Karakter Pelajar Peringatan Hari Buruh Internasional tidak hanya dimaknai sebagai momentum untuk mengenang perjuangan dan hak-hak pekerja, tetapi juga dapat menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk belajar mengenai nilai perjuangan, kerja keras, kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap profesi. Sebagai lembaga pendidikan, SMK Negeri 7 Surakarta terus mendorong siswa untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan etos kerja yang baik. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi siswa SMK sebelum memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui kegiatan belajar, berkarya, berorganisasi, serta berbagai aktivitas positif di lingkungan sekolah, siswa diharapkan dapat menyalurkan energi dan kreativitasnya secara konstruktif. “Mari kita tunjukkan sikap pelajar yang bijak, disiplin, dan bertanggung jawab.” Dengan semangat tersebut, SMK Negeri 7 Surakarta mengajak seluruh siswa untuk memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 secara positif dengan tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan nama baik sekolah. SMK Negeri 7 Surakarta “Tertib, Disiplin, Berprestasi”
🥋 Siswa SMK Negeri 7 Surakarta Raih 4 Medali Perunggu dalam POPDA Kota Surakarta 2026
Surakarta — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMK Negeri 7 Surakarta melalui ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Surakarta Tahun 2026. Perwakilan SMK Negeri 7 Surakarta yang berlaga pada cabang olahraga pencak silat berhasil meraih empat medali perunggu, sekaligus turut mengharumkan nama sekolah dalam ajang olahraga pelajar tingkat Kota Surakarta. POPDA Kota Surakarta 2026 merupakan salah satu ajang olahraga pelajar yang menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, semangat kompetisi, sportivitas, serta potensi terbaik di bidang olahraga. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 April hingga 6 Mei 2026 dan diikuti oleh 6.276 atlet pelajar dari 24 cabang olahraga. Dalam ajang tersebut, para atlet pelajar dari SMK Negeri 7 Surakarta menunjukkan perjuangan dan semangat yang luar biasa pada cabang pencak silat. Hasilnya, empat medali perunggu berhasil dibawa pulang dan menjadi bagian dari capaian prestasi olahraga Kota Surakarta. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa peserta didik SMK Negeri 7 Surakarta memiliki potensi yang dapat dikembangkan di berbagai bidang, tidak hanya dalam kompetensi akademik dan keahlian, tetapi juga dalam bidang olahraga. Keberhasilan meraih empat medali perunggu tentunya tidak terlepas dari kerja keras, kedisiplinan, latihan, mental bertanding, serta dukungan dari pelatih, sekolah, dan berbagai pihak. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan berani berkompetisi dalam berbagai ajang prestasi. Bagi SMK Negeri 7 Surakarta, capaian ini menjadi sebuah kebanggaan sekaligus bagian dari upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, disiplin, tangguh, sportif, dan berprestasi. Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet pencak silat SMK Negeri 7 Surakarta. Terus berlatih, terus berprestasi, dan terus harumkan nama sekolah serta Kota Surakarta! 🥋🏆 SMK Negeri 7 Surakarta — Berintegritas, Berkarakter, Unggul, Berdaya Saing Global. #SMKN7Surakarta #POPDA2026 #POPDAKotaSurakarta #PencakSilat #PrestasiPelajar #PrestasiSMK #Surakarta #SMKJuara
SMK Negeri 7 Surakarta Peringati Hari Kartini 2026 dengan Upacara Khidmat dan Semangat Pelestarian Budaya
Surakarta, 21 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026, SMK Negeri 7 Surakarta menyelenggarakan upacara bendera dan peringatan Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026 di lapangan sekolah. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta jajaran manajemen sekolah. Peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung semangat penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan pendidikan, kesetaraan, dan pemberdayaan perempuan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa di kalangan generasi muda. Upacara dilaksanakan di lapangan utama SMK Negeri 7 Surakarta dengan seluruh warga sekolah mengenakan busana adat dan pakaian tradisional Nusantara, sehingga suasana peringatan terasa semakin istimewa dan sarat makna. Keberagaman busana yang dikenakan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjadi bentuk nyata pelestarian warisan budaya bangsa. Bertindak sebagai pembina upacara, perwakilan pimpinan sekolah menyampaikan amanat mengenai pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan Kartini, seperti semangat belajar, keberanian menyampaikan gagasan, kerja keras, integritas, serta peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Dalam amanat tersebut juga ditekankan bahwa semangat Kartini harus diwujudkan melalui peningkatan kompetensi, karakter, dan prestasi peserta didik di era global. Kepala SMK Negeri 7 Surakarta, Drs. Y. Sugeng Prihanto, M.Pd, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat karakter peserta didik. “Semangat Kartini harus terus hidup di lingkungan sekolah. Melalui pendidikan, kreativitas, dan budaya yang kita lestarikan bersama, kita berharap seluruh peserta didik mampu menjadi generasi yang berintegritas, berkarakter, unggul, serta siap menghadapi tantangan masa depan.” Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Selain pelaksanaan upacara, momen kebersamaan juga terlihat melalui sesi dokumentasi bersama antara guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik yang mengenakan berbagai busana tradisional dari beragam daerah di Indonesia. Kebersamaan tersebut menjadi simbol persatuan dalam keberagaman yang menjadi salah satu nilai penting perjuangan Kartini. Melalui peringatan Hari Kartini 2026, SMK Negeri 7 Surakarta berharap seluruh warga sekolah dapat terus menghidupkan semangat emansipasi, pendidikan, budaya, dan nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikan nilai-nilai perjuangan Kartini sebagai inspirasi untuk terus berkarya dan berprestasi. Selamat Hari Kartini 2026. “Habis Gelap Terbitlah Terang” SMK Negeri 7 Surakarta — Berintegritas, Berkarakter, Unggul, dan Berdaya Saing Global.
SMK Negeri 7 Surakarta Laksanakan Uji Coba Sistem Informasi SPMB 2026
Pada Selasa, 14 April 2026, SMK Negeri 7 Surakarta melaksanakan kegiatan Uji Coba Terbatas Luring Sistem Informasi (SI) untuk SPMB Reguler 2026 dan SI Helpdesk SPMB Reguler 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, dan bertempat di Aula Utama Gedung Graha Sapta Mutiara serta Ruang RPS ULP. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian uji coba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dalam rangka memastikan kesiapan sistem sebelum digunakan secara resmi dalam pelaksanaan SPMB tahun 2026. Pelaksanaan uji coba ini melibatkan seluruh siswa kelas X SMKN 7 Surakarta sebagai peserta utama. Dalam kegiatan ini, siswa secara aktif melakukan simulasi penggunaan sistem, mulai dari akses Web SPMB Reguler 2026 hingga pemanfaatan SI Helpdesk sebagai sarana layanan bantuan. Uji coba difokuskan pada beberapa aspek penting, yaitu uji fungsi sistem, tampilan antarmuka, dan guna menemukan kesalahan-kesalahan teknis yang mungkin muncul, sehingga sistem yang dikembangkan benar-benar mampu memberikan kemudahan, kejelasan, dan kenyamanan bagi pengguna di lapangan. Kegiatan ini mendapatkan pendampingan langsung dari Balai Pengembangan Mutu Pembelajaran dan Teknologi Pendidikan (BPMPTP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, oleh Bapak Agung Meiarsi Handoko, SS, M.Si, Sutaryanto, S.Pd, Donovan Ahmad, ST, dan Yusuf Aufal Marom, S.Pd yang berperan sebagai fasilitator dalam memastikan proses uji coba berjalan sesuai prosedur. Para peserta juga didampingi oleh admin dan operator sekolah dalam mengakses sistem menggunakan perangkat masing-masing, baik melalui handphone maupun laptop, dengan dukungan jaringan internet yang telah disiapkan oleh sekolah. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan sistem sebelum diimplementasikan secara luas pada SPMB 2026, sehingga mampu memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat.
SMK Negeri 7 Surakarta Kirim Dua Kontingen Terbaik pada LKS XXXIV Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026
Surakarta, April 2026 — SMK Negeri 7 Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak peserta didik yang unggul, kompeten, dan berdaya saing melalui partisipasi dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) XXXIV Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang akan diselenggarakan pada 13–16 April 2026 di Kabupaten Banyumas. Pada ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut, SMK Negeri 7 Surakarta mengirimkan dua peserta terbaik untuk mewakili sekolah dalam bidang kompetensi yang berbeda, yaitu: Raihan Arya P – Kelas XII DKV 2, pada bidang Graphic Design Technology Hilaria Nafiri – Kelas XI PS 1, pada bidang Health and Social Care Keikutsertaan kedua siswa tersebut merupakan hasil dari proses seleksi, pembinaan, dan pendampingan yang dilakukan secara intensif oleh guru pembimbing serta tim sekolah. LKS merupakan ajang kompetisi yang bertujuan mengukur kemampuan, keterampilan, kreativitas, dan profesionalisme peserta didik SMK sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Kepala SMK Negeri 7 Surakarta, Drs. Y. Sugeng Prihanto, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para peserta yang akan bertanding di Kabupaten Banyumas. “Kami berharap Raihan Arya P dan Hilaria Nafiri dapat tampil maksimal, menjaga semangat juang, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik SMK Negeri 7 Surakarta di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Semoga segala usaha dan kerja keras yang telah dilakukan membuahkan hasil terbaik.” Bidang Graphic Design Technology menuntut kemampuan dalam merancang komunikasi visual, kreativitas desain, penguasaan perangkat lunak grafis, serta penyelesaian masalah desain secara profesional. Sementara itu, bidang Health and Social Care menguji kompetensi pelayanan kesehatan dan sosial, komunikasi interpersonal, empati, ketelitian, serta kemampuan memberikan pelayanan sesuai standar profesi. Seluruh keluarga besar SMK Negeri 7 Surakarta turut memberikan doa dan dukungan kepada kedua kontingen agar mampu memberikan performa terbaik selama pelaksanaan LKS XXXIV Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. Semangat berjuang untuk seluruh kontingen SMK Negeri 7 Surakarta. SMK Negeri 7 Surakarta — Berintegritas, Berkarakter, Unggul, dan Berdaya Saing Global.
Kolaborasi SMKN 7 Surakarta dan MGMP Bahasa Jepang Jateng-DIY dalam Gelaran Bunkasai 2026
Jelajahi Budaya Jepang di Bunkasai 2026: Sinergi SMKN 7 Surakarta dan MGMP Bahasa Jepang Jateng-DIY Mengawali lembaran baru di tahun 2026, SMK Negeri 7 Surakarta membawa kabar gembira bagi kalian para pecinta budaya Jepang. Bekerja sama dengan MGMP Bahasa Jepang Jawa Tengah dan DIY, sekolah kita tercinta akan menyelenggarakan acara tahunan bergengsi: Festival Budaya dan Lomba Bahasa Jepang atau yang lebih akrab dikenal sebagai Bunkasai (文化祭) 2026. Perhelatan besar ini juga terselenggara berkat dukungan penuh dari The Japan Foundation, lho!. Penasaran apa saja keseruannya? Yuk, simak detailnya! Ajang Unjuk Bakat: Lomba Bahasa dan Seni Bunkasai tahun ini akan dimeriahkan oleh berbagai kompetisi menarik yang biasanya diikuti oleh murid tingkat menengah. Beberapa cabang lomba yang akan dipertandingkan antara lain: Lomba Hyoki: Menulis huruf Hiragana dan Katakana. Lomba Presentasi: Mengasah kemampuan berbicara dalam Bahasa Jepang dengan tema “Makanan”. Lomba Gundoku: Seni membaca puisi bernada. Lomba Coversong: Menampilkan bakat menyanyi lagu-lagu Jepang. Lomba Cerdas Cermat: Adu ketangkasan pengetahuan seputar Jepang. Dukung Delegasi SMKN 7 Surakarta! Teman-teman kita dari SMKN 7 Surakarta tidak mau ketinggalan untuk mengukir prestasi di ajang ini. Mari kita berikan dukungan penuh kepada perwakilan sekolah kita: Kak Danang Yulian Baskoro (XI PS 3) – Lomba Hyoki. Kak Grisheila Hasna Ramadhani (XI PS 2) – Lomba Hyoki. Kak Nabila Mutiara Sani (XI BCF 1) – Lomba Hyoki. Kak Marsya Novisha (X PS 3) – Lomba Coversong. Ayo, seluruh civitas akademika, kita berikan semangat terbaik agar mereka bisa meraih hasil yang maksimal!. Keseruan Festival Budaya: Yukata hingga Cosplay Tidak hanya soal kompetisi, Bunkasai 2026 juga akan memanjakan pengunjung dengan berbagai pengalaman budaya yang otentik. Kamu bisa mencoba pengalaman memakai Yukata (pakaian tradisional Jepang), belajar seni kaligrafi Shodo, hingga seni melipat kertas Origami. Tak ketinggalan, akan ada komunitas cosplay yang memeriahkan suasana, dan ssssttt… ada kejutan dari Guest Star spesial juga, lho!. Catat Tanggalnya! Jangan sampai ketinggalan momen seru ini. Catat jadwalnya dan ajak teman-temanmu: Hari/Tanggal: Sabtu, 17 Januari 2026. Waktu: Mulai pukul 08.00 WIB. Lokasi: SMKN 7 Surakarta. Kami tunggu kedatangan kalian semua untuk merayakan semangat kreativitas dan persahabatan di Bunkasai 2026!. Doumo Arigatou!.
“Mengintegrasikan Teori dan Praktik, Kelas X & XI ULP Membedah Potensi Wisata Heritage dari Solo hingga Semarang”
Kegiatan Outing Class Kelas X ULP dan Kelas XI ULP Pada hari Selasa, 9 Desember 2025, siswa kelas X ULP melaksanakan kegiatan Outing Class sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan peserta didik mengenai budaya lokal, sejarah, serta potensi wisata yang berkaitan dengan dunia pariwisata dan pelayanan pelanggan. Kunjungan ke Rasamadu Heritage Perjalanan diawali dengan kunjungan ke Rasamadu Heritage, sebuah kawasan edukasi yang memadukan budaya, sejarah, dan keindahan alam. Di sini, siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah kawasan Rasamadu, proses pengembangan destinasi wisata heritage, serta bagaimana pengelola menerapkan standar pelayanan dan pengalaman wisata bagi pengunjung. Siswa juga diajak berkeliling area heritage untuk mengamati arsitektur bangunan, spot budaya, dan tata kelola destinasi. Kegiatan observasi ini membantu mereka memahami bagaimana lingkungan wisata dikelola agar tetap menarik dan tetap mempertahankan nilai sejarahnya. Pembelajaran di Museum Keris Perhentian berikutnya adalah Museum Keris, tempat yang menyimpan ratusan koleksi keris dengan nilai sejarah dan filosofi yang tinggi. Peserta didik mengikuti sesi edukasi mengenai: – Sejarah keris sebagai warisan budaya Nusantara – Teknik pembuatan keris oleh para empu – Ragam motif pamor keris – Makna filosofis yang terkandung dalam setiap bentuk dan ukiran. Siswa tampak antusias saat melihat koleksi keris dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mencatat informasi penting sebagai bahan evaluasi dan diskusi di kelas, khususnya terkait hubungan budaya, seni, dan pariwisata. Aktivitas Tubing di Soko Alas Setelah belajar budaya dan sejarah, kegiatan dilanjutkan dengan pengalaman rekreasi di Soko Alas, yaitu river tubing yang menyuguhkan petualangan menyusuri aliran sungai yang jernih dan teduh. Sebelum memulai, siswa diberikan pengarahan tentang keselamatan, penggunaan perlengkapan, serta etika menjaga kelestarian lingkungan sungai. Selain memberikan hiburan, aktivitas tubing ini melatih kerja sama, keberanian, dan kekompakan antar siswa. Suasana penuh tawa dan semangat terlihat sepanjang perjalanan menyusuri sungai, menjadikan momen ini pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta. Kegiatan Outing Class kelas X ULP berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Melalui kunjungan ke Rasamadu Heritage, Museum Keris, dan aktivitas tubing di Soko Alas, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mengembangkan sikap peduli budaya, kerja sama, dan apresiasi terhadap potensi pariwisata daerah. Pada hari Kamis, 11 Desember 2025, siswa kelas XI ULP melaksanakan kegiatan Outing Class sebagai bentuk pembelajaran langsung di lapangan. Kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan peserta didik mengenai sejarah, arsitektur heritage, serta perkembangan pariwisata kota Semarang. Melalui kunjungan ke Lawang Sewu, Kota Toea, dan kawasan Kota Lama, siswa diharapkan mampu memahami hubungan antara pelestarian budaya, pelayanan wisata, dan daya tarik destinasi. Kunjungan ke Lawang Sewu Perjalanan dimulai dari destinasi ikonik Semarang, yaitu Lawang Sewu. Bangunan bersejarah peninggalan Belanda ini menyuguhkan arsitektur megah yang sarat nilai historis. Di sini, siswa mengikuti tur edukatif yang dipandu oleh petugas museum. Mereka mendapatkan informasi mengenai: – Sejarah pembangunan Lawang Sewu – Fungsi bangunan pada masa kolonial – Arsitektur khas Indische – Upaya pelestarian bangunan sebagai heritage tourism. Peserta didik melakukan observasi langsung dan mendokumentasikan spot-spot penting seperti ruang kaca patri, lorong bawah tanah, hingga area pameran di dalam gedung. Kunjungan ini memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana destinasi sejarah dikelola secara profesional untuk wisata edukasi. Eksplorasi Kota Toea Kegiatan berlanjut menuju kawasan Kota Toea, sebuah area yang mempertahankan nuansa klasik kota Semarang di masa lampau. Siswa diajak berjalan menyusuri bangunan tua yang masih berdiri kokoh, sambil mempelajari peran kawasan ini dalam perkembangan perekonomian dan pemerintahan pada era kolonial. Selama eksplorasi, siswa diminta memperhatikan karakter arsitektur, aktivitas masyarakat, serta potensi wisata yang dapat dikembangkan. Kegiatan ini membantu mereka memahami bagaimana sebuah kawasan dapat dikemas menjadi daya tarik wisata heritage yang bernilai tinggi. Mengunjungi Kawasan Kota Lama Destinasi terakhir adalah kawasan Kota Lama, yang dikenal sebagai “Little Netherlands” karena bangunan-bangunannya yang bergaya Eropa. Di kawasan ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk: – Mengamati konsep revitalization tourism – Melihat langsung bagaimana bangunan tua disulap menjadi kafe, galeri seni, dan spot wisata – Mempelajari pengelolaan destinasi berbasis budaya untuk meningkatkan ekonomi kreatif. Siswa juga melakukan sesi dokumentasi foto untuk menambah pemahaman tentang angle, estetika bangunan, dan storytelling destinasi wisata—pengetahuan yang relevan untuk pelajaran layanan perhotelan dan perjalanan wisata. Kegiatan Outing Class kelas XI ULP berjalan lancar dan penuh antusiasme. Melalui pembelajaran di Lawang Sewu, Kota Toea, dan kawasan Kota Lama, siswa memperoleh banyak wawasan mengenai sejarah, budaya, dan pengelolaan destinasi wisata. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa serta keterampilan observasi yang penting dalam dunia pariwisata. Diharapkan pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam memahami pelayanan wisata dan pengembangan destinasi berbasis heritage.
Sinergi Warga Sekolah: SMKN 7 Surakarta Serahkan Bantuan Kemanusiaan Melalui KODIM 0735 Surakarta
Warga SMKN 7 Surakarta Salurkan Donasi Peduli Bencana untuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat Surakarta – Pada hari Senin, 8 Desember 2025, seluruh warga SMK Negeri 7 Surakarta menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap para korban bencana alam yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan. Donasi yang berhasil dihimpun berasal dari partisipasi siswa sebesar Rp1.000.000,- serta dari guru dan karyawan sebesar Rp2.895.000,-, sehingga total dana yang terkumpul mencapai Rp3.895.000,-. Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk bantuan sembako yang terdiri atas 100 kg beras, 10 karton mi instan, 5 karton biskuit, dan 2 karton susu kental manis. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala SMK Negeri 7 Surakarta, Drs. Y. Sugeng Prihanto, M.Pd., melalui Komando Distrik Militer (KODIM) 0735 Surakarta yang diwakili oleh Bapak Sertu Bambang Suryanto. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah menyampaikan harapannya agar bantuan yang disalurkan dapat segera sampai ke daerah terdampak dan mampu meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong seluruh keluarga besar SMKN 7 Surakarta dalam membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan.
Siswa ULP SMK Negeri 7 Surakarta Dapat Materi Grooming dan Greeting dari Solo Safari Zoo
“Solo Safari Zoo Hadir di SMK Negeri 7 Surakarta, Dorong Siswa ULP Kuasai Etika Profesional Pariwisata” Pada Rabu, 3 Desember 2025, Kompetensi Keahlian Usaha Layanan Pariwisata (ULP) SMK Negeri 7 Surakarta menyelenggarakan kegiatan Motivasi Budaya Kerja yang bertempat di aula sekolah. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini dihadirkan sebagai upaya sekolah untuk membekali peserta didik dengan pemahaman awal mengenai etika profesional di dunia industri pariwisata. Acara ini menghadirkan narasumber dari Solo Safari Zoo, salah satu industri pariwisata terkemuka di Kota Surakarta. Seluruh murid kelas X ULP mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya grooming (penampilan diri) dan greeting (cara menyapa tamu) sebagai keterampilan dasar yang wajib dimiliki tenaga layanan pariwisata dan dapat mulai dilatih sejak di bangku sekolah. Selain itu, peserta didik juga mendapatkan penjelasan tentang budaya kerja yang diterapkan di industri pariwisata dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruhmurid kelas X ULP semakin siap membangun karakter kerja yang profesional, komunikatif, dan berorientasi layanan sebagai bekal menuju dunia kerja maupun praktik industri di masa mendatang.
PERINGATAN HARI GURU NASIONAL SMK NEGERI 7 SURAKARTA
SMKN 7 Surakarta menyelenggarakan peringatan Hari Guru Nasional selama dua hari, yakni pada Senin dan Selasa, 24–25 November 2025. Rangkaian kegiatan dimulai sejak hari Senin dengan berbagai lomba seperti Unjuk Bakat, Fashion Show murid. Kegiatan Lomba dibuka oleh ketua Panitia Peringatan Hari Guru, Ibu Sri Wahyuni, S.Si. Kegiatan didukung dengan hadirnya gerai UMKM sekolah yang menyediakan beragam makanan dan minuman untuk menyemarakkan acara. Memasuki hari kedua, Selasa kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan diawali dengan Upacara Hari Guru yang berlangsung di lapangan tenis. Upacara dipimpin oleh Bapak Kristiyono, S.Pd sebagai Pembina Upacara, dengan seluruh petugas berasal dari bapak dan ibu guru. Para guru, murid hingga panitia mengikuti rangkaian upacara dengan khidmat. Usai upacara, acara dilanjutkan dengan penampilan nyanyian dari salah satu murid. Setelah itu, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Pembina Upacara bersama jajaran WAKA, KTU, dan tim TPMPS sebagai bentuk syukur atas peringatan Hari Guru. Seluruh bapak-ibu guru kemudian dipersilakan untuk mengikuti sesi foto bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi sebagai bentuk apresiasi kepada para guru, disusul pemberian apresiasi berupa setangkai bunga mawar oleh para murid sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih. Kegiatan berlanjut di lapangan rumput yang menjadi pusat acara utama. Di lokasi ini, Lomba Fashion Show Guru dibuka dan menjadi perhatian utama para murid. Selanjutnya, rangkaian peringatan Hari Guru diisi dengan sambutan panitia, penampilan OSIS, serta atraksi dari berbagai ekstrakurikuler, seperti Pramuka, PMR, Siswa Pecinta Alam, Bahasa Jepang, Perisai Diri, Rohis, dan Rokris. Selain itu, para pemenang lomba Unjuk Bakat dan Fashion Show yang telah dilaksanakan pada hari Senin turut tampil kembali untuk menghibur peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme hingga ditutup oleh MC. Perayaan dua hari Hari Guru Nasional di SMKN 7 Surakarta ini menjadi momen istimewa yang sarat apresiasi, kreativitas, serta mempererat kebersamaan antara siswa dan para pendidik.











