METODE KOLABORATIF DAPAT MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS MAUPUN MEMBACA AKSARA JAWA – SMKN 7 SURAKARTA Surakarta, 27 Juli 2023 Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang emas. Ciri-ciri generasi Indoneisa emas yaitu memiliki kecerdasan dan kreatifitas dalam belajar. Salah satu upaya dalam mewujudkan generasi Indonesia emas yaitu mengoptimalkan proses pembelajaran. Sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Nomor : 423.5/04678 Tentang Pedoman Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Jawa Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah di Provinsi Jawa Tengah mengenai Capaian Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa pada Kurikulum Merdeka. Salah satu capaian pembelajaran dalam kurikulum merdeka pada fase E dan F yaitu membaca dan menulis aksara Jawa. Ketrampilan dalam membaca dan menulis aksara Jawa merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya Jawa. Zaman sekarang banyak sekali siswa yang belum paham mengenai aksara Jawa, entah itu karena lupa atau memang malas belajar aksara Jawa. Banyak siswa yang menganggap Bahasa Jawa itu hanya materi tambahan saja sehingga tidak penting untuk dipelajari. Sehingga untuk meminimalisir pernyataan tersebut guru harus pandai-pandai dalam mendesain pembelajaran yang inovatif. Salah satu pembelajaran yang inovatif yang dapat dilakukan oleh guru yaitu melakukan pembelajaran kolaborasi dengan beberapa jurusan. Sehingga guru dapat bekerja sama dengan pihak jurusan. Hal tesebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan siswa dalam belajar aksara Jawa pada khususnya. Dengan menggunakan metode kolaboratif diharapkan setiap siswa dapat berperan aktif dalam mengikuti pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan oleh guru bisa berupa Problem Besed Learning (PBL) maupun Project Based Learning (PjBL). Adapun jurusan yang terdapat di SMKN 7 Surakarta yaitu Pekerjaan Sosial (PS), Desain Komunikasi Visual (DKV), Perhotelan, Kuliner, Broadcasting dan Perfilman (BCF), Usaha Layanan Pariwisata (ULP). Langkah awal yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran berkolaboratif yaitu melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak jurusan, kira-kira projek apa yang akan dikerjakan oleh siswa. Kemudian guru memberikan pembelajaran aksara Jawa yang disesuaikan dengan projek yang akan dikerjakan oleh siswa. Adapun proses pembelajaran dapat dilakukan di dalam kelas maupun lab. yang dimiliki jurusan. Guru dapat menggunakan model pembelajaran PBL maupun PjBL. Sebagai contoh pada jurusan DKV, proyek yang akan dikerjakan oleh siswa yaitu desain produk. Pada mata pelajaran Bahasa Jawa materi aksara Jawa, maka siswa diminta untuk membuat desain produk yang didalamnya terdapat tulisan aksara Jawa. Secara tidak langsung siswa akan perlu memahami struktur penulisan aksara Jawa. Dengan cara tersebut diharapkan pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam belajar aksara Jawa dapat meningkat. Peningkatan kemampuan pengetahuan maupun ketrampilan dapat dilihat dari nilai pre-test dan post-test serta hasil produknya. Selain itu pelajaran Bahasa Jawa dalam materi aksara Jawa khususnya tidak dipandang sebelah mata lagi oleh siswa. Fidian Ayu
DIKLAT ADMINISTRASI BENGKEL SMK BIDANG SENI BUDAYA
DELEGASI SMKN 7 SURAKARTA JADI PESERTA TERBAIK PELATIHAN LABORAN/TEKNISI/ADMINISTRASI BENGKEL SMK BIDANG SENI BUDAYA Dalam mewujudkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia, adalah peningkatan jumlah dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Salah satu tenaga kependidikan yang mendapatkan perhatian serius adalah tenaga laboratorium/bengkel sekolah menengah kejuruan. Keberadaan tenaga laboratorium/bengkel sekolah menengah kejuruan yang memiliki fungsi memberikan pelayanan kegiatan praktik dan praktikum siswa agar tercapainya tujuan pendidikan di sekolah, pada dasarnya merupakan bagian integral dari kegiatan pembelajaran. Pelayanan laboratorium/bengkel dapat berjalan dengan baik apabila dilayani oleh tenaga laboratorium (kepala laboratorium, teknisi, dan laboran) yang kompeten dalam menjalankan tugas-tugas pengelolaan laboratorium /bengkel. Dari hasil seleksi yang dilakukan oleh panitia terpilih Adi Sigit yang masuk di Kelas DKV dan Noves hendiansa, S.Sn dari Kompetensi keahlian Broadcasting dan film SMKN 7 Surakarta sebagai pesereta di kelas BROADCASTING A, PELATIHAN LABORAN/TEKNISI/ADMINISTRASI BENGKEL SMK BIDANG SENI BUDAYA. Pelatihan berlangsung pada tanggal 5 – 10 juni 2023 di hotel Grand Rohan Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti 23 orang teknisi dan laboran yang bertugas di laboratorium/bengkel SMK Seni dan Budaya ini juga bertujuan untuk Memberikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kepada teknisi dan laboran dalam Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor: 26 tahun 2008 tentang standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah dan konsep perubahannya. Hasil dari pelatihan selama 6 hari tersebut diharapkan para peserta memperoleh pemahaman tentang pengelolaan laboratorium/bengkel yang integratif, inovatif dan kreatif. Peserta dari SMKN 7 Surakarta Bapak Noves Hendiansa selaku K3 Broadcasting dan Film menjadi peserta diklat terbaik di kelasnya. -nr-











