Pendidikan Ketarunaan Membekali Siswa SMK Diklat ketarunaan yang diselenggarakan oleh SMK N 7 Surakarta biasanya dilaksanakan setelah Masa Pengenalan Lingkungan& Sekolah (MPLS). Tepat nya pada hari kamis (25/07/2019) dan dibimbing oleh anggota TNI Kodim 0735 Surakarta. Sekitar 500 siswa baru sangat antusias dalam kegiatan ini. Sebelum kegiatan dimulai, diselenggarakan serangkaian apel pagi terlebih dahulu, dilanjutkan dengan sambutan dari kepala SMK N 7 SKA. Kepala SMK N 7 Surakarta mengatakan pelatihan ketarunaan dilaksanakan bagi siswa baru selama tiga hari kedepan. Program ini untuk membentuk karakter siswa yang tangguh dan cinta bangsa untuk mendukung pendidikan nasional. “ Ketarunaan merupakan kegiatan pembelajaran yang menerapkan prinsip- prinsip kedisiplinan yang bertujuan untuk membentuk karakter pada setiap individu dan diharapkan Nilai- nilai yang ditanamkan pada siswa selama mengikuti diklat ketarunaan ini dapat terus diamalkan. Kami yakin, pendidikan ketarunaan ini akan memberi bekal pendidikan karakter yang berguna buat siswa di sekolah maupun di dunia kerja nanti nya“ Kata Kepala Sekolah. Siswa sangat senang dan antusias dalam mengikuti seluruh kegiatan diklat ketarunaan ini. meski lelah dan berat mereka tetap semangat dan ceria. Semangat terus Sevkanian. Reporter : Salsabila XI BC 2
SMK N 7 Surakarta resmi menjadi Sekolah Terbuka Kepahlawanan
Kamis, 16 November 2017, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman mencanangkan Sekolah Terbuka kepahlawanan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Ada lima sekolah yang menjadi rujukan di Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan SMK N 7 Surakarta patut berbangga terpilih menjadi satu satunya SMK yang menjadi salah satu Sekolah Terbuka Kepahlawanan. Gagasan dibentuknya Sekolah Terbuka Kepahlawanan (STK) berangkat dari dasar kemanusiaan kita yang senantiasa gandrung pada kebaikan, kebenaran, keindahan dan pemulihan sifat-sifat insan manusia itu sendiri dan juga sebagai respon atas fakta sosial budaya yang meliputi situasi nasional kita sebagai bangsa yang berdaulat. Kegiatan yang diajarkan ringan-ringan saja, namun bisa memberikan pendidikan secara langsung dan siswa bisa mengaplikasikannya. Seperti para siswa melakukan pemberian ucapan terimakasih melalui tulisan untuk pahlawan, hasilnya sangat luar biasa. Jika kita cermati, para pahlawan itu jelas terdiri dari para patriot pejuang kebenaran. Misalnya, Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Sultan Hasanudin, Jenderal Soedirman, RA.Kartini, Imam Bonjol, RW.Monginsidi, Kapiten Patimura, Sultan Ageng Tirtayasa, Supriyadi, Pangeran Sambernyawa, dan lainnya. Sekolah Terbuka Kepahlawanan mengandung prinsip Pendidikan Bagi Semua, yang berarti Sekolah Terbuka Kepahlawanan ini merupakan wahana dimana warga negara, semua lapisan masyarakat dan jenjang sosial memiliki kesempatan untuk menyatukan rasa pengorbanan, cinta tanah air dan keinginan-keinginan luhur menjaga rumah Indonesia dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Sekolah Terbuka Kepahlawanan ini memiliki muatan-muatan yang memenuhi unsur edukasi, unsur pelestarian nilai-nilai kepahlawanan, unsur pemupukan jatidiri manusia dan keteladanan, yang disampaikan melalui cerita-cerita flash back sejarah epos, sama seperti julukan hartawan bagi orang yang mempunyai harta atau ilmuwan bagi mereka yang mempunyai ilmu. Etos kepahlawanan dapat menjadi spirit bangkitnya sebuah bangsa. Tanpa nilai-nilai kepahlawanan, mustahil bangsa ini mampu mengatasi aneka ragam dan bertumpuk-tumpuk problem kebangsaan. Hari Pahlawan ditetapkan 10 November, namun untuk menjadi pribadi yang mewarisi etos kepahlawanan dapat kita lakukan kapan saja. (disarikan dari https://kodam4.mil.id)











