Sosialisasi Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Kalangan Pelajar    Jumat (17/2/2023) , SMKN 7 Surakarta mengadakan sosialiasi tentang pencegahan intoleransi, radikalisme dan terorisme khsususnya dikalangan pelajar SMKN 7 Surakarta di Aula Sapta Graha Mutiara. Sosialisasi tersebut dilakukan oleh Densus 88 yang diwakili oleh Bapak Aghta dan Bapak Vandi. Selain dari Densus 88, sosialisasi juga dihadiri oleh Kepala Sekolah SMKN 7 Surakarta, Bapak Drs. Bangkit Budiarto, Waka Kesiswaan, Bapak Riptono, M.Pd, Guru BK dan staff kesiswaan. Sedangkan untuk peserta sosialisasi adalah peserta didik kelas XII jurusan Perhotelan, Kuliner dan ULP.  Dalam sosialisasi tersebut Bapak Aghta dan bapak Vandi menjelaskan macam-macam bentuk terorisme yang terjadi di Indonesia, Penjelasan tentang apa itu intoleransi, Radikalisme dan terorisme beserta ciri/karakter dari ketiga sikap tersebut. Contohnya Radikalisme, radikalisme adalah ajaran /paham yang fanatik terhadap sesuatu dan cenderung menggunakan kekerasan dalam memecahkan masalah.  Selain itu, sasaran pelaku saat ini adalah kalangan remaja yang mudah sekali ke doktrin paham-paham yang salah. Poin yang ingin disampaikan dari sosialisasi tersebut para pelajar khususnya anak-anak SMKN 7 Surakarta jangan mudah terpengaruh dan diharapkan untuk tetap hati-hati karena diluar banyak sekali kelompok yang kamuflase mengatasnamakan agama dan diharapkan para pelajar dapat memfilter dengan baik. Apalagi saat ini para pelajar erat kaitannya dengan medsos (Media Sosial), banyak sekali konten-konten yang mengandung paham seperti diatas, atau konten yang HOAX yang mudah sekali dikonsumsi oleh para pelajar. Maka dari itu Generasi Z saat ini mudah sekali terdoktrin dan perlu adanya bimbingan dan pendampingan. Pencegahan  yang dapat dilakukan dilingkungan sekolah antara lain menyelenggarakan kegiatan melalui ekskul untuk memperkuat karakter peserta didik, berorganisasi melalui OSIS untuk menumbuhkan rasa kebangsaan, mengadakan upacara bendera untuk menumbuhkan nasionalisme, mengadakan seminar atau diskusi di lingkungan sekolah.  Antusiasme peserta didik sangat tertarik dengan sosialiasi tersebut, mereka terlibat dalam tanya jawab terkait dengan intoleransi, radikalisme dan terorisme.