SMKN 7 Surakarta sukses menggelar acara Gelar Karya BCF (Broadcasting dan Film) dengan tema “BCERIA” pada tanggal 3-4 Juni 2025. Acara ini dibuka oleh Bapak Kepala SMKN 7 Surakarta, Bp. Wardoyo, yang didampingi oleh tim manajemen sekolah. Gelar Karya BCF menampilkan berbagai karya kreatif dari peserta didik jurusan BCF, termasuk pameran poster, pemutaran film, behind the scene, dan foto-foto kegiatan. Pemutaran film diadakan di Lab Studio dengan 6 sesi yang berbeda, menampilkan karya-karya siswa yang kreatif dan inovatif. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan dengan stand kuliner dan permainan seperti di pasar malam, yang membuat suasana semakin meriah dan menyenangkan. Pengunjung acara ini tidak hanya dari siswa-siswi SMKN 7 Surakarta, tetapi juga dari lintas jurusan, alumni, orang tua wali murid, dan bapak/ibu guru. Semua pengunjung acara ini memberikan apresiasi yang tinggi terhadap karya-karya siswa BCF dan kesuksesan acara ini. Gelar Karya BCF ini tidak hanya menampilkan karya-karya siswa yang kreatif, tetapi juga menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka di bidang broadcasting dan film. Dengan kesuksesan acara ini, diharapkan SMKN 7 Surakarta dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kreativitas siswa di bidang broadcasting dan film. Semoga acara seperti ini dapat terus diselenggarakan di masa depan dan menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka. Dengan demikian, SMKN 7 Surakarta dapat terus menjadi sekolah yang unggul dan berprestasi di bidang pendidikan. -Tim kontributor-
[Opini] Revolusi industri 4.0 di SEVKA
Revolusi industri 4.0 Mendengar kata REVOLUSI benak saya langsung tertuju pada frase “berubah drastis”. Sedangkan kata Industri membuat saya berfikir tentang “Pabrik”. Dan pengertian revolusi industri adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Dari abad ke abad tahun ke tahun cara manusia memproduksi barang selalu mengalami perubahan yang sangat drastis yang semula semua hal hanya tergantung pada kekuatan otot (manusia,binatang) berubah menggunakan roda bergerak (revolusi 1.0) kemudian berubah dengan menggunakan mesin (revolusi 2.0) lalu berubah lagi menggunakan komputer dan robot (revolusi 3.0) dan saat ini sedang dalam masa menggunakan kompute atau smartphone yg Terhubung dengan internet (revolusi 4.0). “Internet of things” adalah bagian utama dari revolusi industri 4.0. Segala permasalahan yang ada dalam industri bisa terselesaikan dengan kompute atau smartphone yang terhubung dengan internet. Dari hari ke hari kita tidak akan bisa lepas dari internet. Dengan kata lain saat ini adalah “jamannya internet”. Jarak ruang dan waktu tidak akan jadi penghalang untuk melakukan banyak hal dengan adanya internet. Satu alat bisa digunakan lebih dari satu perusahaan hanya dengan dihubungkan dengan internet. seperti contoh kasus jika ada satu nasabah bank yang mempunyai masalah dia bisa datang ke bank cabang mana saja untuk menyelesaikan masalahnya karena setiap cabang bank bisa mengakses semua data yang dibutuhkan dengan bantuan internet. Setiap berubahan besar ini pasti akan diikuti oleh perubahan besar dalam bidang lainnya, seperti ekonomi, politik, militer dan budaya. Sebagai contoh perubahan budaya, dahulu ketika hari raya kita akan mengunjungi saudara kita untuk mengucapkan selamat hari raya, kemudian berubah dengan mengirimkan kartu lebaran, selang beberapa tahun kemudian berubah lagi dengan mengucapkan melalui telefon/sms, saat ini kita bisa mengucapkan selamat hari raya dan seolah-olah kita hadir di sana dengan cara video call. Perubahan ini sudah pasti akan ada jutaan pekerjaan yang hilang dan pastinya jutaan pekerjaan baru akan muncul, bahkan yang belum kita bayangkan sebelumnya. Revolusi industri 4.0 ini sedang berlangsung, kita tidak tahu sejauh mana revolusi industri 4.0 ini akan memberikan dampak bagi peradapan manusia. Akan tetapi kita adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang dilengkapi dengan akal dan pikiran. Sedasyat apapun perubahan itu saya yakin pasti kita mampu menyesuaikan diri. Gelar Karya yang diselanggarakan SMKN 7 dengan tema “revolusi industri 4.0” menurut saya belum sepenuhnya menunjukan adanya kesiapan SMK N 7 Surakart dalam menyongsong revolusi industri 4.0. Sebagai contoh pada bidang Literasi, Seharusnya sudah memamerkan buku-buku digital yang dapat diakses oleh siapapun kapanpun dan dimanapun dengan bantuan internet. Dalam hal pemasaran produk-produk siswa seharusnya sudah dapat dilakukan melalui jaringan internet (on line) tidak lagi ditawarkan secara manual (door to door). Secuil artikel dari saya semoga bermanfaat. Salam literasi Idha Muchtar
GELAR KARYA SISWA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Pada hari rabu 6 november 2019 SMK N 7 Surakarta mengadakan acara gelar karya siswa. Dalam acara ini SMKN7 Surakarta juga mengundang beberapa SMP Negeri dan swasta di Solo. Pada acara tersebut membahas tentang industry 4.0 dan macam-macam peluang pada era revolusi industri 4.0. Siswa – siswi SMKN7 Surakarta dan tamu undangan sangat antusias mengikuti kegiatan ini, selain menyenangkan kegiatan ini menambah pengetahuan siswa-siswi tentang industri 4.0. Pada gelar karya tersebut selain pameran terdapat seminar terkait industri 4.0 bidang multimedia dan animasi. Peserta gelar karya adalah enam jurusan yang ada di SMKN 7 Surakarta yaitu Tata Boga, Broadcasting, Usaha Perjalanan Wisata, Multimedia, Pekerjaan Sosial, dan Akomodasi Perhotelan. Selain dari jurusan terdapat juga stan pameran dari tim adiwiyata dan tim litrasi SMK N 7 surakarta. Masing-masing jurusan memamerkan produk-produk unggulan mereka. Multimedia mengeluarkan produk seperti pin, gantungan kunci dan stiker. Brocasting mengeluarkan produk berupa stand photoboth dan beberapa hasil tugas siswa seperti maket setting panggung. Usaha Perjalanan Wisata memamerkan produk batik dan cara membatik dengan menggunakan cara tradisional yaitu batik tulis. Pekerjaan Sosial menyediakan jasa chek tekanan darah. Tata Boga mengeluarkan produk olahan rotinya yang dapat dibeli dengan harga yang murah dan rasa yang enak. Akomodasi Perhotelan menawarkan souvenir yaitu sabun dan shampoo. Tidak ketinggalan dari tim adiwiyata memamerkankan produknya yaitu lulur herbal yang dibuat dari bahan-bahan alami yang dibuat sendiri oleh siswa SMKN7 Surakarta. Tim literasi sekolah juga memamerkan moda literasi bergerak terbarunya yang bernama cak hali untuk mengisi kegiatan tersebut. Maju terus Sevka, terus berkarya dan berinovasi. by tim Literasi – Bayu XI PSPT Metro TV











