Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 7 Surakarta dibuka dengan semangat pagi yang cerah. Apel pagi yang diadakan di halaman utama sekolah berlangsung khidmat dan dihadiri oleh seluruh siswa baru, guru, serta staf sekolah. Suasana penuh antusiasme dan harapan menyambut kehadiran para siswa baru yang akan memulai perjalanan mereka di SMK Negeri 7 Surakarta.
Apel pagi dibuka oleh Kepala Sekolah, Bapak Wardoyo, yang memberikan sambutan hangat dan motivasi kepada seluruh peserta MPLS. Beliau mengingatkan pentingnya adaptasi dan semangat belajar dalam menghadapi tahun ajaran yang baru. Setelah sambutan, agenda dilanjutkan dengan materi dari Bapak Anggara selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Dalam presentasinya, Bapak Anggara menjelaskan berbagai aspek kurikulum dan pembelajaran yang akan diterima oleh siswa selama di SMK Negeri 7. Beliau menekankan pentingnya peran aktif siswa dalam proses pembelajaran dan bagaimana kurikulum yang diterapkan akan membekali mereka dengan keterampilan praktis dan teori yang relevan. Materi berikutnya disampaikan oleh Pak Riptono, yang merupakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Dalam sesinya, Pak Riptono membahas tentang kehidupan siswa di lingkungan sekolah, mulai dari tata tertib, kegiatan ekstrakurikuler, hingga cara beradaptasi dengan lingkungan baru. Beliau juga memberikan tips kepada siswa baru mengenai cara menjalin hubungan yang baik dengan teman sebaya dan guru, serta pentingnya keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Selanjutnya, Bu Agnes, selaku Humas SMK Negeri 7, mempresentasikan materi mengenai Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Bu Agnes menjelaskan bagaimana PKL merupakan bagian integral dari kurikulum yang akan memberikan siswa pengalaman langsung di lapangan kerja. Materi ini penting agar siswa memahami betapa berartinya keterampilan praktis yang akan mereka peroleh dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja setelah lulus nanti. Setelah itu, Bapak Joko Sutopo memberikan pengenalan mengenai sarana dan prasarana sekolah. Dalam presentasinya, Bapak Joko menjelaskan berbagai fasilitas yang tersedia di SMK Negeri 7 Surakarta, seperti laboratorium, perpustakaan, ruang praktek, dan area olahraga. Beliau juga menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas ini untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan diri siswa.Terakhir, materi mengenai intoleransi disampaikan oleh perwakilan dari Kesbangpol. Mereka memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi di lingkungan sekolah. Melalui presentasi ini, siswa diharapkan dapat memahami berbagai bentuk intoleransi dan dampaknya, serta bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan inklusif.
Hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 7 Surakarta dimulai dengan suasana yang penuh semangat. Apel pagi dibuka oleh Ibu Asri, yang memberikan sambutan dan mengingatkan siswa baru mengenai pentingnya menjaga semangat dan konsentrasi selama MPLS berlangsung. Apel pagi ini menjadi ajang untuk membangun kekompakan dan membangkitkan motivasi siswa sebelum melanjutkan kegiatan hari itu.Setelah apel pagi, acara dilanjutkan dengan materi yang sangat penting dari KPA (Komisi Penanggulangan AIDS). Dalam sesi ini, KPA memberikan penjelasan mendalam mengenai HIV dan AIDS. Mereka membahas informasi penting tentang pencegahan, penularan, serta dampak dari penyakit ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai isu kesehatan ini, serta mengajak mereka untuk berperan aktif dalam mencegah penyebaran HIV dan AIDS di masyarakat. Materi kedua disampaikan oleh Ibu Prapti selaku STP2K (Satuan Tugas Pengawasan dan Penegakan Kedisiplinan) mengenai tata tertib di SMK Negeri 7 Surakarta. Ibu Prapti menjelaskan berbagai aturan dan regulasi yang berlaku di sekolah, mulai dari kewajiban hadir tepat waktu, tata cara berpakaian, hingga etika berinteraksi di lingkungan sekolah. Penyampaian materi ini bertujuan untuk membantu siswa baru memahami dan mematuhi tata tertib yang ada agar dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan harmonis. Sesi berikutnya merupakan materi dari Ibu Asri, Pak Wardoyo, dan Nasywa, Duta Integritas. Mereka membahas topik mengenai anti-korupsi dan 9 nilai integritas yang harus dimiliki oleh setiap individu. Dalam presentasinya, mereka menekankan pentingnya integritas, kejujuran, dan etika dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Siswa diajak untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari karakter mereka. Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari kedua MPLS, siswa diberikan tugas mandiri. Mereka diminta untuk menuliskan harapan masa depan mereka dalam bentuk esai. Tugas ini bertujuan untuk mendorong siswa berpikir tentang tujuan jangka panjang mereka dan bagaimana mereka akan mencapainya. Dengan menuliskan harapan masa depan, diharapkan siswa dapat lebih fokus dan termotivasi dalam menjalani proses belajar mereka di SMK Negeri 7 Surakarta.
Hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 7 Surakarta berlangsung dengan penuh aktivitas dan informasi yang bermanfaat. Kegiatan dimulai dengan apel pagi yang dipimpin oleh Pak Erwin. Dalam sambutannya, Pak Erwin menekankan pentingnya memahami lingkungan sekolah dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada selama MPLS untuk mengenal lebih jauh tentang SMK Negeri 7 Surakarta. Setelah apel pagi, para siswa baru diajak untuk melakukan tur keliling sekolah sesuai dengan jurusan masing-masing. Tur ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa dengan fasilitas dan fasilitas yang tersedia di setiap jurusan. Dalam kegiatan ini, siswa diberikan kesempatan untuk melihat langsung ruang praktik, laboratorium, serta peralatan khusus yang digunakan dalam jurusan mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa baru memahami lebih dalam tentang program studi yang mereka pilih dan mempersiapkan mereka untuk kegiatan pembelajaran yang akan datang. Materi selanjutnya disampaikan oleh pihak Damkar (Dinas Pemadam Kebakaran), yang memberikan pelatihan praktis mengenai cara memadamkan api ketika terjadi kebocoran gas. Dalam sesi ini, tim Damkar menjelaskan prosedur keselamatan yang harus diikuti dan teknik-teknik dasar untuk menangani situasi darurat semacam itu. Pengetahuan ini sangat penting bagi siswa agar mereka dapat mengatasi situasi berbahaya dengan tenang dan efektif. Materi ketiga membahas topik yang sangat sensitif dan penting, yaitu kekerasan seksual. Ibu Andri dari Dinas DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) menyampaikan informasi tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Ibu Andri memberikan penjelasan mendalam mengenai hak-hak individu, tanda-tanda kekerasan seksual, serta langkah-langkah yang dapat diambil jika seseorang mengalami atau menyaksikan kekerasan seksual. Materi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan pengetahuan yang berguna bagi siswa untuk melindungi diri dan orang lain.
Sebagai penutup kegiatan hari ketiga MPLS, diadakan Expo Ekstrakurikuler. Dalam expo ini, setiap kelompok ekstrakurikuler di SMK Negeri 7 Surakarta mempresentasikan aktivitas dan program yang mereka tawarkan. Siswa baru diberi kesempatan untuk melihat berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ada, seperti klub olahraga, seni, dan sains, serta berbincang langsung dengan anggota dan pengurus ekskul. Expo ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada berbagai peluang pengembangan diri di luar jam pelajaran, serta mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Dengan berakhirnya hari ketiga MPLS, siswa baru diharapkan telah mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai fasilitas, kegiatan, dan aspek penting lainnya dari kehidupan di SMK Negeri 7 Surakarta. Aktivitas hari ini dirancang untuk membantu mereka merasa lebih nyaman dan siap menghadapi tahun ajaran baru yang akan segera dimulai.
-Tim Kontributor-


























