Surakarta – SMKN 7 Surakarta menggelar workshop implementasi Deep Learning bagi seluruh guru pada Senin, 10 Februari 2025 di aula SMK N 7 Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dari semua kompetensi keahlian dan guru normatif adaptif (mata pelajaran umum). Menghadirkan narasumber seorang widyaiswara dan dosen dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Dr. Ratna Juwita, M.Pd. kegiatan ini berjalan dengan sangat interaktif. Acara dibuka dengan laporan ketua panitia yaitu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Anggara Aditya K, S.Pd., dilanjutkan sambutan oleh kepala sekolah Wardoyo, S.Pd., M.Pd. Para guru sangat antusias dan fokus dengan pemaparan yang menarik. Hadir pula pengawas dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 7, Drs. Joko Suyatno, yang memberikan penguatan kepada guru untuk memiliki mindset tumbuh (growth mindset) dan bukan mindset tetap (fixed mindset). Setelah mendapat pemaparan materi oleh Ibu Ratna, banyak guru yang merasa lebih memahami konsep dan implementasi deep learning yang sesungguhnya. Di mana goal dari pendekatan ini adalah peserta didik yang diharapkan memiliki 6 keterampilan abad ke-21, yaitu critical thinking, character, creativity, collaboration, communication, dan computational thinking. Salah satu peserta guru dari kompetensi keahlian perhotelan, Asri Pujihastuti, mengatakan bahwa workshop ini sangat penting bagi guru agar lebih mendalami apa itu deep learning. Selama ini ia menganggap bahwa guru telah mengajar dengan deep learning karena telah melakukan pembelajaran dengan mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan) yang telah didapat dari implementasi Kurikulum Merdeka. Namun ternyata deep learning sangatlah kompleks dengan kerangka kerja yang luas antara lain praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital, dan kemitraan pembelajaran. Sehingga menurutnya perlu pemahaman dan implementasi lebih mendalam tentang deep learning ini dengan melibatkan semua stakeholder. SMKN 7 Surakarta menjadi sekolah yang selalu mengikuti perkembangan kurikulum saat ini. Sekolah terus memberikan kesempatan pengembangan kompetensi bagi para guru untuk meningkatkan ilmu sesuai perkembangan di bidang pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong para guru untuk mengimplementasikan deep learning di kelas agar dapat tercipta harapan yaitu profil lulusan yang memenuhi 8 kriteria antara lain: Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, Kewargaan, Penalaran kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi. Dengan demikian akan terwujud lulusan yang kompeten dan berdaya saing di era global. -Tim Kontributor-
Sukses Gelar Jumat Literasi, SMKN 7 Surakarta Tingkatkan Kemampuan Public Speaking Siswa
SMK Negeri 7 Surakarta menyelenggarakan kegiatan Jumat Literasi pada Jumat, 31 Januari 2025, di Lapangan Tenis SMKN 7 Surakarta. Acara yang berlangsung pukul 07.00–08.00 WIB ini mengusung tema Meningkatkan Kemampuan Literasi Bahasa melalui Public Speaking. Acara ini diikuti secara antusias oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Kegiatan ini menghadirkan Afiq Putra Pradana, seorang praktisi public speaking sebagai pembicara utama. Dalam materinya, Afiq membagikan strategi praktis untuk melatih keterampilan berbicara di depan umum, mulai dari teknik penguasaan audiens, pengelolaan kecemasan, melatih gestur hingga kesesuaian konten yang ingin disampaikan. “Public speaking bukan sekadar berbicara, tetapi tentang menyampaikan pesan dengan percaya diri dan empati. Untuk menguasai teknik public speaking perlu memperhatikan vocal, visual dan verbal.” ujarnya di hadapan peserta. Acara dibuka dengan sambutan oleh Kepala SMKN 7 Surakarta, Wardoyo, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi pengembangan diri di era digital. “Melalui public speaking, siswa tidak hanya mampu mengekspresikan ide, tetapi juga membangun karakter komunikasi yang efektif,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut Wardoyo juga memberikan motivasi serta menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan literasi dengan mengikuti berbagai kompetisi literasi di tingkat kota maupun provinsi. Selain sesi pemaparan materi, siswa juga diajak berpartisipasi dalam simulasi interaktif, seperti praktik public speaking singkat dan latihan tongue twister dengan permainan kata. Salah satu peserta, Alifka dari kelas XI Perhotelan 2 mengungkapkan, “Pelatihan ini seru dan membuka wawasan baru. Saya jadi lebih tahu cara mengatur intonasi dan bahasa tubuh agar pidato tidak membosankan. Saya juga memberanikan diri berlatih maju meskipun grogi.” Koordinator acara, Asri pujihastuti, S.Pd., menyatakan bahwa kegiatan Jumat Literasi yang rutin dilaksanakan setiap minggu ke-5 ini merupakan bagian dari program sekolah untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global. “Kami berkomitmen terus menghadirkan inisiatif serupa guna mengakselerasi kompetensi siswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga keterampilan hidup. Salah satunya adalah keterampilan berkomunikasi sebagai interpersonal skill,” tuturnya. Dengan semangat kolaborasi antara guru, siswa, dan narasumber, Jumat Literasi 2025 diharapkan menjadi langkah awal bagi siswa SMKN 7 Surakarta untuk menjadi generasi yang unggul, kritis, dan mampu bersaing di berbagai kompetensi. Artikel oleh Tim Literasi SMKN 7 Surakarta.



