Pada hari Kamis, 15 Agustus 2024, Program Keahlian Kuliner SMK Negeri 7 Surakarta melaksanakan Evaluasi kelas Industri Angkatan ke- 2 di Lorin Hotel dengan beberapa Dudi yang berjumlah 22 yaitu
1. Lorin Hotel Solo
2. Ramada Suites Hotel
3. Adhiwangsa Hotel
4. Al Azhar Azima Hotel
5. Solia Yosodipuro Hotel
6. Hotel Dana
7. Solia Zigna Hotel
8. Horison Aziza Hotel
9. Amarelo Hotel
10. Solo Grand City
11. Grandis Barn
12. Taman Indah Resto
13. Holland Bakery
14. Aero Prima Catering
15. Aulia Milano Catering
16. Dika Bakery
17. Rumah Sakit Bung Karno
18. Tsabita Bakery
19. Lafolla Resto
20. Ren’z Kitchen
21. Borobudur Golf Magelang
22. Ndalem Kopi
Acara ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 7 Surakarta, Waka, Bapak ibu guru pengampu kelas XII Kuliner dan seluruh peserta didik kelas XII sebanyak 101 siswa serta dihadiri oleh Tim Dudi dan dari BPJS Ketenagakerjaan Surakarta.
Evaluasi kelas industri dilaksanakan untuk beberapa tujuan kunci, yaitu:
1. Menilai Kesesuaian Kurikulum: Evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan dalam kelas industri sesuai dengan kebutuhan dan standar industri terkini. Ini termasuk memeriksa relevansi materi ajar dengan praktik dan teknologi yang digunakan di industri.
2. Mengukur Kualitas Pengajaran: Evaluasi bertujuan untuk menilai efektivitas instruktur dan metode pengajaran. Ini membantu memastikan bahwa pengajaran dilakukan dengan cara yang efektif dan dapat diterima oleh peserta.
3. Menilai Kepuasan dan Pencapaian Peserta: Mengumpulkan umpan balik dari peserta untuk memahami tingkat kepuasan mereka terhadap pelatihan, serta mengevaluasi sejauh mana mereka merasa program tersebut memenuhi kebutuhan mereka dan mencapai tujuan pembelajaran.
4. Mengevaluasi Penerapan Keterampilan: Evaluasi mengukur seberapa baik peserta dapat menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dalam konteks dunia kerja nyata. Ini sering melibatkan penilaian kinerja praktis atau magang.
5. Menilai Kesesuaian dengan Standar Industri: Memastikan bahwa kelas industri memenuhi standar dan kebutuhan industri yang berlaku, sehingga peserta memiliki keterampilan yang relevan dan up-to-date.
6. Identifikasi Area untuk Peningkatan: Hasil evaluasi digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam program pelatihan. Ini memungkinkan perbaikan dan pembaruan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi kelas industri.
7. Meningkatkan Hubungan antara Pendidikan dan Industri: Evaluasi dapat membantu memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pihak industri dengan memberikan umpan balik tentang kebutuhan dan harapan industri terhadap pelatihan.
8. Memastikan Kesiapan Kerja Peserta: Evaluasi bertujuan untuk memastikan bahwa peserta pelatihan siap memasuki dunia kerja dengan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Dengan melakukan evaluasi, pihak-pihak terkait dapat memastikan bahwa kelas industri efektif dalam mempersiapkan peserta untuk menghadapi tantangan di dunia industri dan memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan setelah acara evaluasi kelas industri, para tamu undangan menyaksikan live cooking menu ayam goreng mentega dan melihat bartender yangmelakukan demonstrasi minuman mocktail. Selanjutnya dilaksanakan acara table manner bersama-sama.
-Tim Kontributor-



























