SMK N 7 Surakarta resmi menjadi Sekolah Terbuka Kepahlawanan

Kamis, 16 November 2017, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman mencanangkan Sekolah Terbuka kepahlawanan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.  Ada lima sekolah yang menjadi rujukan di Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan SMK N 7 Surakarta patut berbangga terpilih menjadi satu satunya SMK yang menjadi salah satu Sekolah Terbuka Kepahlawanan. Gagasan dibentuknya Sekolah Terbuka Kepahlawanan (STK) berangkat dari dasar kemanusiaan kita yang senantiasa gandrung pada kebaikan, kebenaran, keindahan dan pemulihan sifat-sifat insan manusia itu sendiri dan juga sebagai respon atas fakta sosial budaya yang meliputi situasi nasional kita sebagai bangsa yang berdaulat.

 

Kegiatan yang diajarkan ringan-ringan saja, namun bisa memberikan pendidikan secara langsung dan siswa bisa mengaplikasikannya. Seperti para siswa melakukan pemberian ucapan terimakasih melalui tulisan untuk pahlawan, hasilnya sangat luar biasa. Jika kita cermati, para pahlawan itu jelas terdiri dari para patriot pejuang kebenaran. Misalnya, Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Sultan Hasanudin, Jenderal Soedirman, RA.Kartini, Imam Bonjol, RW.Monginsidi, Kapiten Patimura, Sultan Ageng Tirtayasa, Supriyadi, Pangeran Sambernyawa, dan lainnya.

 

Sekolah Terbuka Kepahlawanan mengandung prinsip Pendidikan Bagi Semua, yang berarti Sekolah Terbuka Kepahlawanan ini merupakan wahana dimana warga negara, semua lapisan masyarakat dan jenjang sosial memiliki kesempatan untuk menyatukan rasa pengorbanan, cinta tanah air dan keinginan-keinginan luhur menjaga rumah Indonesia dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Sekolah Terbuka Kepahlawanan ini memiliki muatan-muatan yang memenuhi unsur edukasi, unsur pelestarian nilai-nilai kepahlawanan, unsur pemupukan jatidiri manusia dan keteladanan, yang disampaikan melalui cerita-cerita flash back sejarah epos, sama seperti julukan hartawan bagi orang yang mempunyai harta atau ilmuwan bagi mereka yang mempunyai ilmu. Etos kepahlawanan dapat menjadi spirit bangkitnya sebuah bangsa. Tanpa nilai-nilai kepahlawanan, mustahil bangsa ini mampu mengatasi aneka ragam dan bertumpuk-tumpuk problem kebangsaan. Hari Pahlawan ditetapkan 10 November, namun untuk menjadi pribadi yang mewarisi etos kepahlawanan dapat kita lakukan kapan saja.

(disarikan dari https://kodam4.mil.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *