SMK N 7 Surakarta masuk ke V-Factor Indonesia

VOKASI BERJAYA

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Pendidikan Vokasi (DIKSI) menyelenggarakan kegiatan Gebyar Voaksi berupa lomba Cover lagu dengan judul Condong Pada Mimpi. Selain itu DIKSI juga menyelengarakan kegiatan V-Factor Indonesia yang merupakan ruang unjuk kompetensi. Dirjen Wikan menegaskan, acara V-Factor Indonesia merupakan “faktor X”-nya vokasi yang bermakna “prestasi”, namun bukan untuk dilombakan. “Karena kita ingin mempromosikan vokasi se-Indonesia, makanya kita mengemas konsep milenial melalui penyajian X Factor Indonesia. Ini bukan kompetisi, tapi show,” terangnya.

Pada dua kegitan diatas SMK N 7 Surakarta terlibat secara langsung. Diwakili oleh Bintang Bonaventura siswa kelas XI Komptensi keahlian Multimedia sebagai vocalis / penyanyi dalam ajang Gebyar vokasi Lomba Cover Lagu “Condong Pada Mimpi” Theme song Vokasi Indonesia. Video yang dibuat di unggah di akun youtube masing-masing dengan batas akhir unggahan pada tanggal 12 november 2020. Nantinya video akan dinilai berdasarkan juknis dan jumlah Like yang dimiliki.

 

 

 

 

 

 

LINK VIDEO COVER CONDONG PADA MIMPI.

 

 

Pada ajang V-Factor Indonesia SMKN 7 Surakarta menjadi satu-satunya SMK dari Surakarta yang diundang pada ajang tersebut. Pada ajang itu SMK N 7 Surakarta diwakili oleh Tim Cak Hali (becak hammock library) Sony Sanjaya dan Novianawati Pramesti yang keduanya siswa kelas XII kompetensi keahlian PSPT dengan didampingi Nugraha Ranga selaku guru pembimbing. Event V-Factor Indonesia resmi dibuka pada Senin (16/11) di Sheraton Grand, Jakarta, oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto. Hajatan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi yang rencananya berlangsung hingga 22 November ini akan menghadirkan total 31 hasil karya dari perwakilan satuan pendidikan vokasi Tanah Air yang terdiri atas 16 sekolah menengah kejuruan (SMK), 8 lembaga kursus dan pelatihan (LKP), dan 7 perguruan tinggi vokasi (PTV).

 

 

 

 

 

 

dalam ajang penyajian prestasi tersebut juga akan melibatkan masyarakat untuk menilai. “Karena ajang ini merupakan show dengan target milenial, maka harus ada story line untuk ditampilkan. Wikan berharap, ketika hasil proses ajang ini ditampilkan di media sosial, maka akan lebih mudah dipahami oleh generasi milenial. Ditambah lagi, “Harapannya, sesi pertama di tahun ini akan menjadi inspirasi bagi sesi berikutnya di tahun mendatang. Harapannya dengan hadirnya para peserta yang terdiri atas para juara di bidangnya masing-masing ini, peserta didik pendidikan vokasi Tanah Air juga diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja, melainkan dapat menjelma menjadi sosok pemimpin dan juga entrepreneur.


editor -nr-

sumber data : https://www.vokasi.kemdikbud.go.id/

18 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *