Outing Class dan Pembinaan Karakter Siswa Kristiani

Outing Class dan Pembinaan Karakter Siswa Kristiani
SMK Negri  7 Surakarta

Kegiatan kerohanian dapat  meningkatkan ahklaq dan ketakwaan siswa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Siswa tidak hanya dituntut untuk mengembangkan potensi dan akademiknya, tetapi siswa senantiasa diajak untuk memenuhi hidupnya dengan makanan rohani. Hal ini sangat penting bagi masa depan setiap siswa di masa yang akan datang. Siswa memerlukan bimbingan kerohaniannya supaya dalam bersikap mencerminkan manusia yang beriman seperti yang diharapkan oleh Tuhan ,orang tua, dan guru.

Pengaruh-pengaruh negatif terserap dengan cepat di dalam hidup siswa. Sebagai antisipasi, maka kegiatan kerohanian menjadi suatu wadah yang baik bagi siswa. Dengan usaha yang memberikan umpan positif, siswa dan guru saling berjalan berdampingan. Mengajak siswa untuk senantiasa berpikir kritis dan beretika. Maka dari itu siswa diajak untuk mengembangkan potensi mereka ke dalam kegiatan ini.

 

 

 

 

 

 

Dalam rangka memperingati hari Kelahiran Yesus yang jatuh setiap tanggal 25 Desember (Natal), dalam kesempatan ini SMK Negeri 7 Surakarta Bidang Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Sie Kerohanian Kristiani melaksanakan kegiatan retreat dan penyegaran pengurus.

Pada hari Senin-Selasa tanggal, 16-17 Desember 2019 siswa siswi beragama kristen dan katolik melakukan kegiatan outing class di Rumah Revolusi Mental, Mojogedang, Karanganyar. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari , yang diikuti oleh  12 guru dan Karyawan SMK Negeri 7 Surakarta Sejumlah kurang lebih 138 Siswa-siswi Kristen-Khatolik SMK Negeri 7 Surakarta kelas X, XI, dan XII. Sehingga jumlah peserta keseluruhannya adalah 150 orang. Kegiatan ini bertema “Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah dalam Kristus.”  Tema tersebut di bagi menjadi 3 sesi renungan. Setelah itu, siswa siswi melakukan kegiatan outbond di bagi menjadi 10 kelompok dengan melewati 3 pos outbond di pos pertama ada game estafet air, di pos kedua ada voli air dan di pos terakhir ada merayap laba laba. Mereka mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Diharapkan dalam kegiatan ini siswa siswi bisa lebih kompak, mengenal satu sama lain dan bisa bekerja sama dengan baik . Dengan kegiatan kerohanian ini siswa dapat menyalurkan ekspresi dan pola pikir mereka yang berkenaan dengan ahklaq dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini pulalah yang menjadi tuntutan dalam proses kegiatan akademik dan non akademik selama siswa masih duduk di sekolah menengah.

-Muti-

2 comments

Leave a Reply to Epriliano Kusniawan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *