Kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Teaching Factory (TEFA)

Setelah mendapatkan persetujuan kerjasama dengan Direktorat Pendidikan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, SMK Negeri 7 Surakarta mulai mengawali kegiatan Teaching Factory pada tanggal 9 dan 10 November 2017 saat pelaksanaan Sosialisasi dan pendampingan TEFA.

 

Kehadiran  2 narasumber dari DitPSMK yakni Bapak Pitoyo Nugroho dan Turidzin, Ph.D menghadirkan dialog hangat dengan  Bapak dan Ibu Guru mengenai program TEFA yang kali ini berfokus pada kompetensi keahlian Akomodasi Perhotelan.

 

 

Apa yang dimaksud Teaching factory?

Teaching Factory adalah model pembelajaran berbasis produk ( barang/Jasa) Melalui sinergi sekolah dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri. Teaching Factory menerapkan model 6 M :

  1. Merancang produk
  2. Membuat produk
  3. Menerima Order
  4. Menganalisis order
  5. Mengkonfirmasi order
  6. Melakukan Quality Control

 

Apa Tujuan penerapan Teaching Factory?

Tujuan dari penerapan model pembelajaran teaching factory antara lain:

  1. Menciptakan sinergi dan integritas proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
  2. Integrasi Pembelajaran Normatif Adaptif, dan Produktif untuk meningkatkan efisensi dan efektifitas pengantaran Soft skill dan Hard Skill kepada peserta didik
  3. Meningkatkan Kolaborasi dengan dunia usaha/ dunia industri melalui penyelarasan kurikulum, penyediaan instruktur, alih pengetahuan/teknologi, pengenalan standardoperasional prosedur dan budaya industri
  4. Meningkatkan Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui interaksi dengan dunia usaha / dunia industry
  5. Mendorongnya munculnya perubahan paradigma pembelajaran dan budaya kerja institusi pendidikan dan pelatihan kejuruan.
  6. Mempersiapkan lulusan SMK yang kompeten untuk menjadi pekerja dan wirausaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *